BREAKING NEWS
 

Role Model Santri Indonesia

Mahfud MD Dipercaya Salurkan Donasi Laptop Ke Ponpes

Reporter & Editor :
FAQIH MUBAROK
Rabu, 5 Mei 2021 21:48 WIB
Donasi laptop untuk ponpes diserahkan kepada Mahfud MD, yang dianggap sebagai role model santri. Donasi secara simbolis diserahkan Presiden Direktur & CEO XL Axiata Dian Siswarini, Selasa (4/5). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sebanyak 12 pondok pesantren (ponpes) di sejumlah daerah mendapatkan donasi 100 unit laptop dari kerjasama BenihBaik.com dan XL Axiata. Ponpes yang menerima donasi ini juga akan dipasok akses internet.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD dipilih menjadi ikon dari kalangan santri dalam program donasi ini. Salah satu yang mendapat bantuan adalah Ponpes Al Mardliyyah, Pamekasan, Madura, tempat Mahfud pernah menimba ilmu.

Mahfud dinilai menjadi tokoh nasional  yang dapat menjadi role model santri di seluruh pelosok Indonesia. Sehingga dengan program ini, para santri dapat mencontoh tokoh yang integritas dan kiprahya tak perlu diragukan.

Diketahui, ini adalah program pengembangan Desa Digital yang diinisiasi sejak 2020. Ponpes dinilai komunitas yang memiliki potensi penggerak ekonomi di pedesaan. Melalui donasi laptop dan sarana akses internet ini, santri dapat meningkatkan literasi digital. Sehingga mendorong dan membimbing masyarakat pedesaan memanfaatkan akses digital supaya lebih produktif.

Baca juga : Acer Indonesia memperkenalkan Predator Helios 300 terbaru

Donasi laptop untuk ponpes diserahkan kepada Mahfud MD secara simbolis oleh Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini, Selasa (4/5). Hadir juga secara virtual CEO dan Founder BenihBaik.com Andi F Noya.

Ke-12 pondok pesantren yang menerima donasi laptop adalah Pon0es Al-Huda, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah; Pondok Pesantren Ummul Quro’ Assuyuty, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur; Ponpes Al Mardliyyah, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur; Ponpes Al Huda, Malang Jawa Timur; Ponpes Al Falah, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah; Ponpes Al Ikhsan, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah; Ponpes Raudlatul Ulum, Kabupaten Malang, Jawa Timur; dan Ponpes Al Utsmaniyah, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Juga Ponoes Al Ashr, Kabupaten Bogor, Jawa Barat; Ponpes Bina Ilmi, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan; Ponpes Insan Quran Mulia, Nusa Tenggara Barat; serta Ponpes Al Ishlah, Gorontalo.

Adsense

Selain laptop, kepada para penerima donasi, XL Axiata juga memberikan akses internet. Bahkan, santri juga akan mendapatkan program lanjutan yakni pelatihan keahlian digital. Seperti memanfaatkan media sosial untuk promosi produk, fotografi, dan membuat konten digital kreatif.

Menko Polhukam Mahfud MD menyampaikan, bantuan perangkat dan sarana prasarana teknologi informasi di kalangan ponpes ini dapat menjadi penambah manfaat bagi pendidikan di kalangan santri. Apalagi teknologi informasi menjadi sarana pendidikan yang sangat penting bagi para santri agar bisa terus mengikuti perkembangan zaman.

Baca juga : Branding Indonesia Maju, Fadjroel Targetkan RI Masuk 5 Negara Besar

"Santri itu jumlahnya jutaan, ada puluhan ribu pesantren dan sebagian besarnya masih tradisional belum akrab dengan teknologi. Karena masa depan tidak mungkin kita ini maju termasuk pesantren kalau tidak bisa mengikuti perkembangan teknologi informasi," kata Mahfud dalam sambutannya secara virtual.

Mantan Menteri Pertahanan (Menhan) era Presiden KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur ini berharap apa yang dilakukan oleh XL Axiata dan yayasan BenihBaik.com dapat menjadi pemicu bagi pegiat kemanusiaan dan pengembangan pendidikan melakukan hal yang sama.

"Peran serta XL Axiata dan BenihBaik merupakan satu contoh yang mudah-mudahan bisa menjadi stimulus yang terus dan menjadi bola salju yang diikuti oleh pegiat kemanusiaan dan pendidikan untuk pembinaan SDM lainnya di seluruh Indonesia," harapnya.

Menurut Mahfud MD, ponpes harus ikut dalam gerakan membangun bangsa. Untuk melakukan hal itu, penguasaan terhadap teknologi informasi menjadi tak terhindarkan di era digital 4.0.

Baca juga : Goes to UNESCO, PINKAN Indonesia Gencar sosialisasikan Kolintang Melalui Dialog Budaya

"Pesantren tidak boleh mundur, harus ngerti perkembangan teknologi kalau ingin ikut membangun bangsa, berperan dengan baik di dunia ini. Tanpa harus menghilangkan watak kepesantrenan, yaitu jujur, lurus dan disiplin," tuturnya.

Terakhir, Mahfud mengucapkan terima kasih atas dedikasi XL Axiata yang berkolaborasi dengan yayasan BenihBaik terhadap perkembangan pendidikan di pondok pesantren. "XL Axiata dan BenihBaik, saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya, mudah-mudahan ini semua ada manfaatnya bagi kemajuan bangsa kita," tandas Mahfud MD. [FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense