BREAKING NEWS
 

Menkes Minta Kepala Daerah Jangan Sembunyikan Data Kasus Covid

Insya Allah, Indonesia Tak Akan Seperti India

Reporter & Editor :
APRIANTO
Selasa, 18 Mei 2021 07:50 WIB
Tangkapan layar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan keterangan di FGD yang diadakan Rakyat Merdeka, Senin (17/5). (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
“Ayo see the truth-lah. Lebih baik terbuka. Tracing-testing jangan ditutupin. Nggak bagus. Bahaya. Jangan berpikir nutupin testing demi buru-buru ingin maju 10 langkah, tapi nantinya harus mundur 10 ribu langkah. Lebih baik, kita maju selangkah demi selangkah tapi tidak mundur,” tegas Menkes.

Angka tracing dan testing yang ditutup-tutupi, kata Menkes, sangat bahaya. Sebab, virus Covid-19, apalagi yang varian mutasi, sangat cepat penularannya. Dari satu terinfeksi, dalam waktu satu-dua hari bisa jadi 100, dan 1.000 orang terinfeksi.

Covid-19 dengan empat varian baru yang menjadi concern WHO, sebanyak tiga diantaranya sudah terdeteksi masuk Indonesia. Yaitu, varian B117 dari London, B1617 dari India dan D1351 dari Afrika Selatan. Tinggal satu varian lagi, yang dari Brazil, belum terdeteksi masuk ke Indonesia.

Baca juga : Menyebar Ke Banyak Negara, Kasus Covid India Lampaui 24 Juta

Varian virus hasil mutasi ini paling banyak masuk dari Saudi Arabia dan Malaysia, dibawa oleh pekerja migran Indonesia. Karenanya, di sejumlah wilayah yang diketahui populasi pekerja migran-nya tinggi, tracing dan testingnya perlu ditingkatkan. Pastikan, 15 kontak erat dengan yang terinfeksi, dilakukan testing. “Suka tidak suka, mutasi virus ini ada dan sudah masuk,” ujarnya.

Terakhir, tentang vaksinasi. April, stok vaksin berkurang, tapi mulai Mei-Juni, stok lumayan banyak. Sehingga, vaksinasi akan digenjot lagi. Utamanya untuk lansia. Prioritas untuk provinsi DKI dan Bali, yang jumlah lansianya banyak. Juga Yogyakarta, yang fatality rate-nya belakangan meningkat. Apabila lansia diutamakan, maka akan mengurangi jumlah yang sakit dan wafat. Lansia harus dilindungi karena mereka paling rentan.

Untuk masyarakat, Menkes juga tegas mengingatkan, biarpun sudah divaksin dua kali, jangan melonggarkan protokol kesehatan. Tetap pakai masker. Belakangan, kasus Covid-19 di seluruh Asia Tenggara naik, bahkan sejumlah negara tetangga lockdown lagi. Itu karena mereka terlalu cepat melakukan relaksasi prokes. Banyak yang mulai kendor pakai masker.

Baca juga : Tangani Pandemi Covid-19, Indonesia Kirim Bantuan Ke India

“Ini penting. Teman-teman, pakai maskernya. Itu yang paling penting untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus. Walaupun sudah divaksin. Harus pakai masker. Tolong ya ini, masyarakat diimbau. Kita bukan menakut-nakuti. Tapi, pandemi memang belum selesai. Apalagi ada varian baru yang penularannya makin cepat,” kata Menkes lagi.

Untuk diketahui, kasus Covid-19 di Tanah Air mulai mengalami peningkatan pasca libur lebaran. Berdasarkan data dari Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, hari keempat pasca Idul Fitri, ada 4.295 kasus baru.

Dengan penambahan tersebut, maka total kasus positif hingga Senin (17/5) tembus di angka 1.744.045 kasus. Untuk kasus sembuh, Satgas mencatat adanya penambahan 5.754 orang, sehingga totalnya menjadi 1.606.611 orang yang sembuh dari Covid-19. Sementara, kasus meninggal akibat Covid-19 bertambah 212 orang pada hari ini sehingga totalnya telah menembus 48.305 orang. [JAR/NAN/QAR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense