RM.id Rakyat Merdeka - Penyebab ledakan kasus Corona di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mulai ketahuan. Ternyata, daerah penghasil rokok kretek itu, sudah tertular virus Corona varian baru yang berasal dari India. Virus yang dikenal bernama B.1.617.2 atau varian Delta ini, disebut lebih cepat menular dibanding varian lama. Kabar ini membuat kasus Corona di Kudus makin menggetirkan dan mengerikan.
Varian Delta di Kudus ditemukan berdasarkan hasil uji whole genome sequencing (WGS) pada sampel pasien Covid-19. Dari 72 sampel yang diuji, 62 sampel atau 86,11 persen pasien Covid-19 dari Kudus terdeteksi Strain India (Delta).
Hingga kemarin, tercatat ada 28 warga Kudus dinyatakan positif Corona varian Delta dari India. Varian virus asal negeri Bollywood inilah yang diduga kuat menjadi penyebab dalam 3 pekan terakhir, penambahan kasus Corona di Kudus naik drastis dan sulit dijinakan.
Baca juga : Pemkab Kudus Berlakukan Gerakan 5 Hari Di Rumah
Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin atau BGS membenarkan kabar tersebut. Menurutnya, kabar tersebut tentu sangat mengkhawatirkan. Mengingat varian baru itu berbahaya karena penularan virus itu sangat cepat.
“Sudah terkonfirmasi itu varian baru,” kata BGS dalam acara Seminar Online Perlindungan Hukum Dalam Pelayanan Kedokteran Yang Berkualitas, kemarin.
Eks Wakil Menteri BUMN ini menjelaskan, penyebab kenapa virus asal India bisa masuk ke Kudus. Pertama, banyaknya pekerja migran Indonesia (PMI) alias TKI yang pulang kampung. Kemudian, tingginya aktivitas di kawasan pelabuhan laut.
Baca juga : Belanda Vs Ukraina, Langsung Gaspol Menyerang
BGS mengakui, selama ini aktivitas di pelabuhan kurang terpantau dengan baik. Sehingga lalu lalang manusia dan barang bergerak dengan bebas lintas negara. Lewat jalur laut itu pula, banyak pekerja di Indonesia yang melakukan pengangkutan barang dari yang datang dari India.
Namun, BGS mengakui, saat ini kasus Covid di Kudus sudah melandai. Hanya saja, kasusnya bergeser ke daerah sekitarnya, seperti Pati dan Grobogan. Kenaikan Covid juga terjadi di luar Jawa Tengah, seperti Madura, Bandung Selatan. “Sekarang, juga sudah masuk ke Jakarta.” kata BGS.
Bupati Kudus, HM Hartopo mengatakan, 28 warganya yang dinyatakan positif Corona varian asal India diketahui melalui hasil penelitian oleh tim peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM). “Dari 34 sampel, 28 sampel dinyatakan terkonfirmasi varian B1617.2 asal India,” terang Hartopo, kemarin.
Baca juga : Terpapar Covid, 2 WNI Meninggal Di Malaysia
Untuk mengatasi lonjakan kasus akibat ditemukannya virus varian baru itu, Pemkab Kudus mengeluarkan kebijakan “Tujuh Hari di Rumah Saja”. Hal itu sesuai dengan Surat Edaran (SE) nomor 360/1323/04.03/2021.
Gerakan tersebut dijadwalkan akan berlangsung mulai hari ini hingga Minggu (20/6). “Jika perkembangan kasus Covid-19 masih naik, ya kita perpanjang. Mudah-mudahan perkembangannya membaik,” kata Hartopo.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.