Sebelumnya
Menurut Dadan, pembangkit listrik biomasa yang dikembangkan PT Medco dengan memanfaatkan sumber daya setempat sudah sangat tepat untuk Papua. Dan seharusnya dapat pula dikembangkan di wilayah lain yang kondisinya serupa dengan Papua. Pengembangan pembangkit listrik biomassa ini tidak akan bisa berhasil jika tidak melibatkan masyarakat setempat.
"Salah satu jenis EBT yang memang paling pas untuk dikembangkan yang berbasis masyarakat adalah PLT Biomassa. Saya lihat berjalan baik di Merauke dan akan saya tularkan kemana-mana, akan saya ceritakan kesuksesan ini, kesuksesan dari Bupati Merauke juga Badan Layanan Umum Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH), sehingga kita tidak akan lihat hanya di Merauke tapi juga di tempat-tempat yang lain," lanjut Dadan.
Baca juga : Kebut Percepatan Penggunaan Kendaraan Listrik, Moeldoko Jempolin Pertamina Dan BPPT
"Saya titip pesan, bahwa bahan baku pembangkit listrik biomassa adalah kayu, jadi jangan sampai kayunya berkurang, kayunya harus tetap ada, memang akan ada yang ditebang, yang ditebang ini harus diganti. Jadi pohon-pohonnya jangan sampai berkurang. Program ini program yang berkelanjutan, jadi hutannya minimal harus sama dengan yang ada sekarang," Pungkas Dadan.
Sementara itu, Direktur Operasi Medco Energi Budi Basuki mengungkapkan beroperasinya pembangkit listrik biomassa ini menjadi bukti kerja sama yang baik antara pengembang listrik swasta dan pemerintah.
Baca juga : KSP: Pasokan Oksigen Di Kabupaten Bandung Masih Kurang, Obat-obatan Dan Vaksin Aman
"Kami dengan penuh rasa bangga dan bahagia menyampaikan bahwa kami telah berhasil membangun dan mengoperasikan pembangkit listrik biomassa di Wapeko, Kabupaten Merauke, Papua dengan kapasitas 3.5 MW. Pembangkit ini merupakan pembangkit Independent Power Producer (IPP) pertama dengan energi baru terbarukan yang ada di Pulau Papua. Ini menunjukkan keberhasilan publik private partnership antara PT PLN bersama Medco dengan dukungan pendanaan BPDLH dan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI)" kata Budi.
Pemanfaatan energi terbarukan melalui biomasa dari hutan tanaman industri merupakan energi hijau yang berkelanjutan dan dapat memberikan sumbangan pengurangan emisi yang besar karena yang sifatnya karbon netral. Pembangkit listri biomassa juga telah terbukti dapat mengurangi biaya pembangkitan dan impor Bahan Bakar Minyak (BBM) serta menggunakan sumber daya lokal.
Baca juga : 40,2 Persen Pendapatan Pos Logistik Dari BUMN
Jadi ini sesungguhnya harus bisa menjadi bagian yang dimaksimalkan terutama untuk Pulau Papua, karena potensi hutan energi di sini sebetulnya bisa mensuplai untuk 150 MW setara BBM.
"Karena itu kami sebetulnya sudah mengusulkan agar paling tidak secepatnya di Merauke bisa ditambahkan 10 MW sehingga akan membuat Merauke menjadi Kabupaten pertama yang akan mencapai 50% pembangkitnya berasal dari energi terbarukan." lanjut Budi. [EFI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.