Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - PT Pos Logistik Indonesia, anak usaha PT Pos Indonesia (Persero), mencatat pertumbuhan kinerja di tengah pandemi Covid-19.
Chief Executive Officer (CEO) Pos Logistik Budi Prakoso mengatakan, hampir sebagian besar operasionalnya didukung oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Sekitar 40,2 persen dari pendapatan Pos Logistik berasal dari sesama BUMN. Baru kemudian swasta dan kementerian, lembaga, departemen dan instansi lainnya.
Baca juga : Penanganan Pandemi Tak Bisa Dilakukan Dari Belakang Meja Saja
“Sebagian besar masih di-support BUMN. Hal itu juga yang membuat sinergi antar BUMN ini cukup berpengaruh positif bagi kami,” kata Budi di Jakarta, kemarin.
Budi mengaku, tidak menutup kemungkinan Pos Logistik akan bekerja sama dengan e-commerce, mengingat saat ini sektor tersebut terus berkembang pesat. Namun, lanjutnya, bila memang ada kerja sama, pihaknya akan berfokus pada tahap middle-mile (mid-mile), sesuai dengan posisinya di Pos Indonesia.
Baca juga : Polres Siap Amankan PSU Pilkada Di Nabire
“Misalnya kami jadi pengelola ware house-nya dan sebagainya, itu bisa. Namun saat ini Pos Logistik dan e-commerce belum ada kerja sama,” jelasnya.
Sebagai anak perusahaan Pos Indonesia, Budi menegaskan, Pos Logistik beroperasi secara independen untuk dapat memaksimalkan peluang bisnis logistik di Indonesia. Sekaligus memanfaatkan jaringan dari Pos Indonesia yang sudah terbangun di seluruh Indonesia, sebanyak 4.367 jaringan Pos Indonesia Group dan 33 ribu titik penjualan.
Baca juga : MotoGP, Pedrosa Bikin Penasaran Bos KTM
Budi memerinci, posisi Pos Logistik di Pos Indonesia adalah sebagai pendukung mid-mile. Artinya, bertugas di bagian pengangkutan barang dari gudang penyimpanan ke pusat distribusi. Ataupun kepada distributor atau pengiriman sebelum diterima oleh konsumen akhir. Sementara Pos Indonesia, bertugas di tahap first-mile dan last-mile, dengan didukung banyaknya outlet dan sumber daya manusia (SDM) yang terlibat. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya