RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah meminta masyarakat tidak terjebak euforia atas perbaikan di sejumlah indikator penanganan Covid-19.
Kewaspadaan dan kepatuhan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan tidak boleh kendor. Agar Indonesia dapat menghindari risiko lonjakan kasus seperti yang terjadi di negara lain.
"Masyarakat tidak boleh terjebak euforia, karena data menunjukkan lonjakan kasus masih terjadi di berbagai negara. Bahkan, di negara dengan cakupan vaksinasi yang sudah cukup tinggi," ujar Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate, Rabu (8/9).
Diketahui, beberapa negara tetangga, seperti Malaysia, Filipina, dan Vietnam, saat ini tengah menghadapi eskalasi kasus Covid-19.
Baca juga : Filipina Cabut Lockdown
Bahkan, Johnny menyebut, beberapa negara hendak memberlakukan kebijakan serupa dengan Indonesia untuk mengendalikan pandemi Covid-19.
"Pemerintah mengapresiasi dukungan masyarakat dalam pelaksanaan PPKM, sehingga terjadi perbaikan di beberapa indikator. Seperti turunnya angka kasus harian, angka kasus aktif, dan angka kematian akibat Covid-19," ujarnya.
Johnny kembali menekankan, agar masyarakat senantiasa waspada dengan tetap disiplin bermasker, meski telah divaksinasi.
Masyarakat yang belum melakukan vaksin, juga diminta untuk segera melakukannya.
Baca juga : Jangan Euforia, Amerika Saja Naik 1.000 Persen
Johnny mengingatkan, masker sebagai perlindungan pertama untuk mencegah penularan Covid-19 sangat berperan penting.
"Penerapan protokol kesehatan, khususnya memakai masker, dapat mencegah virus corona varian apapun yang masuk ke tubuh. Protokol kesehatan sudah seharusnya menjadi bagian kehidupan kita sehari-hari," ujarnya.
Penelitian Centers for Disease Control (CDC) Amerika Serikat terbukti bahwa risiko terpapar Covid-19, agar dapat berkurang secara signifikan atau hingga 95 persen, apabila memakai masker ganda.
"Masker sangat penting, karena dapat mencegah virus Corona jenis apa pun masuk ke tubuh. Temuan ini merupakan hasil kajian dari berbagai lembaga penelitian dunia, yang sudah sepatutnya menyadarkan kita untuk terus menggunakan masker," jelas Johnny.
Baca juga : Kematian Harian Terendah Sejak 6 Juli, DKI Nggak Masuk 10 Besar
Vaksinasi berperan penting untuk mengurangi risiko sakit parah, apabila virus sudah terlanjur masuk ke tubuh. Antibodi yang terbentuk karena vaksin, akan melawan virus Covid-19 yang berhasil masuk ke tubuh. Sehingga, risiko sakit berat dapat diminimalkan.
Selain itu, pemerintah juga terus melakukan penguatan terhadap ketahanan medis di Tanah Air, sebagai bentuk antisipasi terjadinya lonjakan kasus di kemudian hari.
Menurutnya, momentum penurunan kasus ini akan digunakan pemerintah untuk memperkuat ketahanan medis. Sebab, di beberapa daerah masih terdapat infrastruktur medis yang masih minim. Karena itu, perlu adanya peningkatan, baik dari segi kapasitas maupun kapabilitas yang dimiliki.
"Selain dimaksudkan untuk mengantisipasi apabila terjadi gelombang kenaikan kasus, penguatan ketahanan medis ini juga diharapkan sebagai bentuk pemerataan pelayanan kesehatan di berbagai daerah di Indonesia," pungkas Johnny. [HES]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.