RM.id Rakyat Merdeka - Farman Ali mendapat julukan sebagai Tarzan dari Karachi, Pakistan. Itu karena dia menghabiskan delapan tahun terakhir hidupnya, tinggal di sebuah rumah pohon di kota tersebut.
Rumah pohon tempat tinggal Ali terbuat dari bambu, kayu, dan bahan bangunan, dan kain bekas. Selain tempat tidur seadanya, di rumah pohonnya juga ada wastafel kompor kecil untuk masak dan memanaskan air, lampu kecil bertenaga baterai dan charger untuk ponselnya.
Baca juga : Waspada, Banyak Kali Di DKI Rawan Longsor
Ali mulai tinggal di rumah pohon saat kedua orang tuanya wafat. Dia tak punya uang untuk membeli rumah. Tadinya, dia sempat tinggal di jalan. Namun karena kerap diganggu dan diusir, Ali memutuskan tinggal di pohon.
Sehari-hari, Ali bekerja serabutan. Mulai dari mencuci mobil, membersihkan rumah orang, hingga menjadi pembuat bahan makanan. Pendapatannya pun tak cukup untuk membeli rumah, atau tempat tinggal yang layak.
Baca juga : Tekanan Inflasi Global Bikin Rupiah Loyo
Sebelumnya, Ali juga pernah menikah. Tapi karena tidak bisa menafkahi pasangannya sebesar 165 dolar Amerika Serikat atau Rp 2,4 juta per bulan, Ali ditinggal. Dia pun kini pasrah.
“Harapan hidup saya saat ini hanya pada Tuhan,” ujar Ali, dilansir Oddity Central, kemarin. [PYB]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.