Dewan Pers

Dark/Light Mode

Wah, 8 Tahun Tinggal Di Rumah Pohon

Rabu, 20 April 2022 08:10 WIB
Farman Ali memanjat untuk menuju tempat tinggalnya. (Foto Ruptly)
Farman Ali memanjat untuk menuju tempat tinggalnya. (Foto Ruptly)

RM.id  Rakyat Merdeka - Farman Ali mendapat julukan sebagai Tarzan dari Karachi, Pakistan. Itu karena dia menghabiskan delapan tahun terakhir hidupnya, tinggal di sebuah rumah pohon di kota tersebut.

Rumah pohon tempat tinggal Ali terbuat dari bambu, kayu, dan bahan bangunan, dan kain bekas. Selain tempat tidur seadanya, di rumah pohonnya juga ada wastafel kompor kecil untuk masak dan memanaskan air, lampu kecil bertenaga baterai dan charger untuk ponselnya.

Berita Terkait : Waspada, Banyak Kali Di DKI Rawan Longsor

Ali mulai tinggal di rumah pohon saat kedua orang tuanya wafat. Dia tak punya uang untuk membeli rumah. Tadinya, dia sempat tinggal di jalan. Namun karena kerap diganggu dan diusir, Ali memutuskan tinggal di pohon.

Sehari-hari, Ali bekerja serabutan. Mulai dari mencuci mobil, membersihkan rumah orang, hingga menjadi pembuat bahan makanan. Pendapatannya pun tak cukup untuk membeli rumah, atau tempat tinggal yang layak.

Berita Terkait : Tekanan Inflasi Global Bikin Rupiah Loyo

Sebelumnya, Ali juga pernah menikah. Tapi karena tidak bisa menafkahi pasangannya sebesar 165 dolar Amerika Serikat atau Rp 2,4 juta per bulan, Ali ditinggal. Dia pun kini pasrah.

“Harapan hidup saya saat ini hanya pada Tuhan,” ujar Ali, dilansir Oddity Central, kemarin. [PYB]