RM.id Rakyat Merdeka - Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) menegaskan tidak mau menyerah dalam memberikan dukungan militer kepada Ukraina yang sedang berperang melawan Rusia. Namun, NATO mengingatkan Ukraina harus siap dengan segala dampak perang.
Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg. Namun, dia menyerahkan kepada Ukraina dalam mengambil keputusan. Ukraina harus bersiap menghadapi kenyataan, perang bisa memakan waktu lama. Dan, wilayah Ukraina akan menjadi area pertempurannya.
Baca juga : Silaturahmi Dengan Menag, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia Lapor Hasil Muktamar VI
“Termasuk jika harga yang harus dibayar semakin mahal. Karena tidak hanya untuk dukungan militer, tapi juga kenaikan harga energi dan pangan,” kata Stoltenberg, dilansir Reuters, Minggu (19/6).
“Pasokan persenjataan untuk pasukan Ukraina akan meningkatkan peluang membebaskan Donbass dari kendali Rusia,” imbuhnya.
Baca juga : Adik Kang Emil: Dukungan Jokowi Sangat Membesarkan Hati Kami...
Sebelumnya, Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson, mengunjungi Ibu Kota Ukraina, Kiev. Johnson berbicara tentang perlunya mempersiapkan perang yang panjang. Dan dalam tulisan Johnson di media Sunday Times, Inggris memastikan akan menerima pasokan senjata, peralatan, amunisi, dan pelatihan.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.