BREAKING NEWS
 

Aktif Mendamaikan Rusia-Ukraina

Ini Bukti, Jokowi Negosiator Dunia

Reporter : BAMBANG TRISMAWAN
Editor : ADITYA NUGROHO
Minggu, 3 Juli 2022 07:40 WIB
Presiden Jokowi saat bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. (Foto: Ist)

 Sebelumnya 
Reza mengingatkan, kalau perang Rusia-Ukraina dibiarkan berlarut-larut, ekonomi dunia akan terus bergejolak. Dampaknya akan terasa pada tiga sektor penting, yaitu pangan, energi, dan kesehatan.

Kemungkinan harga minyak akan terus naik dan bisa menimbulkan resesi global dan stagflasi. "Berikutnya akan mendatangkan inflasi yang tinggi dibarengi dengan kemandekan ekonomi," kata Riza.

Baca juga : Jokowi Layak Dapat Nobel

Sementara, Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana mengatakan, Jokowi masih bisa berperan dalam menghasilkan kesepakatan gencatan senjata atau lebih jauh mengakhiri serangan oleh Rusia.

Menurut dia, diplomasi yang dilakukan Jokowi sangat baik. Dalam pertemuan dengan kedua pemimpin dua negara itu, Jokowi memberikan gambaran besar bahwa perang menyebabkan krisis pangan dan energi. 

Baca juga : Harus Sabar, Putin Masih Besar Kepala

Rektor Universitas Ahmad Yani ini mengatakan, misi Jokowi menjadi juru damai tidak sepenuhnya gagal. Soalnya, Jokowi diterima kedua belah pihak dan menyatakan diri siap menjadi penengah. Menurut dia, kedua negara ini sebenarnya sudah lelah berperang.

"Bagi Rusia mereka butuh Jokowi agar mereka memiliki alasan untuk menghentikan serangan. Rusia tidak ingin mengulangi kebodohan AS yang keluar secara tiba-tiba dari Afghanistan," paparnya. 

Baca juga : Relawan Ganjarist Usul Jokowi Dapat Nobel Perdamaian

Hikmahanto menyadari, upaya perdamaian ini tidak bisa terjadi dalam satu malam. Proses genjatan senjata tidak bisa langsung dirasakan. Namun dibutuhkan kesabaran.

Senada disampaikan pengamat hubungan internasional dari Universitas Padjajaran (Unpad) Teuku Rezasyah. Kata dia, peluang Jokowi membawa misi damai itu memang kecil. Namun, dalam kondisi saat ini, sekecil apapun peluang dan potensi itu harus dicoba dan diusahakan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense