BREAKING NEWS
 

Sambut Jemaah Haji Indonesia, Pangeran Saudi Diciumin

Reporter & Editor :
MELLANI EKA MAHAYANA
Selasa, 16 Juli 2019 06:51 WIB
Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel mendampingi Gubernur Madinah Pangeran Faishol bin Salman menyapa jemaah haji Indonesia. (Foto KBRI Riyadh)

RM.id  Rakyat Merdeka - Para jemaah haji Indonesia kloter pertama mendapat hadiah istmewa saat tiba di Tanah Suci. Para Tamu Allah itu mendapat penyambutan langsung dari Pangeran Faisal bin Salman bin Abdul Aziz Al Saud, putra Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz Al Saud.

Para jemaah haji Indonesia kloter pertama tiba di Bandara Prince Mohammed Bin Abdul Aziz, Madinah, Minggu (14/7). Di bandara, para jemaah dituntun menggunakan jalur cepat atau fast track saat pemeriksaan Imigrasi. Di ujung jalur, Pangeran Faisal, yang menggunakan pakaian khas Timur Tengah, sudah menunggu. Gubernur Madinah itu ditemani Dubes Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel, Kepala Daker Bandara Arsyad Hida- yat, Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Muhammad Shalih Taher Al Bantani, dan Presiden General Aut- hority of Civil Aviatio Abdul Hadi Al-Mansouri.

Para Jemaah  girang dengan penyambutan hangat itu. Sebagian dari mereka bahkan langsung mencium tangan sang pangeran. Para jemaah juga turut mencium tangan Dubes Maftuh.

Baca juga : Pidato Jokowi Di Visi Indonesia, Yunarto: Lebih Berani

“Ini adalah pertama kalinya jemaah haji asal Indonesia disambut seorang putra Raja,” kata Maftuh, dalam keterangannya, kemarin.

Adsense

Menurut Maftuh, sambutan istimewa ini menunjukkan kuatnya hubungan bilateral kedua negara dalam poros Saudi-Indonesia (Saunesia). Selain itu, perlakuan istimewa ini mencerminkan kedekatan antara Raja Salman dan Presiden Jokowi.

“Ini menunjukkan betapa dekatnya hubungan bilateral Arab Saudi dengan Indonesia yang tengah dalam masa keemasan,” tuturnya.

Baca juga : Lampard Bongkar Pasang Formasi Si Biru

Maftuh mengungkapkan, Pangeran Faisal sangat terkesan kepada para jemaah haji Indonesia. Bagi Sang Pangeran, selain terbanyak, jemaah haji Indonesia juga sangat tertib, sopan, dan ramah. Manajemen jamaahnya juga dikelola dengan bagus.

“Saya ucapkan terima kasih atas segala keistimewaan dan apresiasi beliau terhadap jemaah haji Indonesia,” ucapnya.

Selain Indonesia, ada empat negara lain yang mendapatkan keistimewaan diperbolehkan menggunakan jalur cepat jemaah haji. Yakni Malaysia, Tunisia, Bangladesh, dan Pakistan. Keistimewaan fast track adalah, jemaah haji hanya memerlukan waktu sekitar 1,30 menit setiap kloter untuk pemeriksaan di imigrasi.

Baca juga : Dua Perusahaan Indonesia Hadiri Pameran Otomotif di Meksiko

Kelima negara ini mendapat layanan khusus karena mengirimkan jemaah haji dalam jumlah yang sangat besar. Indonesia berharap bisa mendapat tambahan kuota haji dari Arab Saudi sebanyak 19 ribu pada 2020, sehingga mencapai 250 ribu orang. [FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense