Sebelumnya
Untuk meresmikan bergabungnya empat wilayah Ukraina tersebut, Rusia harus membuat perjanjian yang harus diratifikasi parlemen. Setelah itu, keempat wilayah baru resmi disebut sebagai bagian dari Rusia. Saat ini, Parlemen Rusia mayoritas dikuasai koalisi Putin.
Jika nantinya sudah bergabung, wilayah-wilayah yang mewakili sekitar 15 persen dari teritori Ukraina saat ini, akan dijadikan sebagai provinsi baru Rusia. Dengan disahkannya empat wilayah tersebut sebagai bagian dari Rusia, Putin kemungkinan akan mengerahkan pasukan dan peralatan perangnya, bahkan mungkin kekuatan nuklir. Dia pernah memperingatkan akan menggunakan senjata nuklir untuk melindungi seluruh wilayah Rusia dari serangan.
Referendum Ilegal
Baca juga : Karena Sambo, Luka Polri Belum Terobati
Referendum di keempat wilayah itu dikecam Ukraina dan negara Barat. Terlebih, ada warga yang bercerita dipaksa untuk memberikan suara dalam referendum.
Rata-rata petugas di wilayah-wilayah yang direbut Rusia sejak invasi pada 24 Februari lalu mendatangi langsung rumah satu per satu, tidak menyediakan TPS. Mereka menyerahkan surat suara untuk diisi warga.
Dilansir Reuters, kemarin, beberapa hari terakhir, banyak penduduk disebut telah melarikan diri ke daerah-daerah yang dikuasai Ukraina.
Baca juga : Kemenag Siapkan Regulasi Cegah Kekerasan Anak Di Ponpes
Seorang warga bernama Lyubomir Boyko (43), menyebut bahwa Rusia bebas mengklaim apa pun yang mereka inginkan. Namun faktanya, tidak ada warga yang memberikan suara dalam referendum, kecuali sejumlah orang yang memihak Rusia.
“Mereka pergi dari rumah ke rumah tetapi tidak ada yang keluar,” kata Boyko, yang tinggal di Golo Pristan, sebuah desa di Kota Kherson yang diduduki Rusia. Sementara Rusia mengatakan, pemungutan suara bersifat sukarela.
Sesuai dengan hukum internasional. Dan mengklaim, jumlah warga yang ikut memilih cukup tinggi. Referendum dan gagasan aneksasi telah ditolak secara global. Sama seperti referendum di wilayah Crimea. Akhirnya wilayah itu menjadi bagian Rusia pada 2014.
Baca juga : Menegakkan Wibawa KPK
Sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy telah menggalang dukungan internasional dan para pemimpin dunia untuk menentang referendum tersebut. Dukungan itu datang dari Inggris, Kanada, Jerman, dan Turki.
“Terima kasih atas dukungan yang jelas dan tegas. Terima kasih telah dapat memahami posisi kami,” ujar Zelenskiy.
Hasil referendum menunjukkan, 93,11 warga di wilayah Zaporizhzhia ingin bergabung dengan Rusia. Dari Kherson, 87,05 persen pemilih memilih bergabung dengan Rusia. Di Luhansk yang dikendalikan oleh separatis pro-Rusia, 98,42 persen memilih Rusia. Sedangkan di Donetsk, badan pemungutan suara mengatakan 99,23 persen pemilih memilih bergabung dengan Rusia.***
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.