Sebelumnya
Selain berjaga-jaga di jalanan, polisi juga melakukan razia terhadap warga yang melintas. Petugas mengecek ponsel warga untuk mengetahui riwayat percakapan serta penggunaan VPN.
Banyak warga China menggunakan VPN agar bisa mengakses aplikasi-aplikasi yang dilarang di negara itu. Salah satu aplikasi yang dilarang adalah Telegram. Informasi soal rencana demonstrasi beredar luas melalui aplikasi layanan pesan singkat tersebut.
Baca juga : Sennheiser Sukses Luncurkan Seri Momentum True Wireless 3
Demonstrasi pecah di penjuru China sejak Jumat pekan lalu di saat kasus penularan virus Corona melonjak. Protes yang sempat meluas di kota-kota China diawali insiden kebakaran sebuah bangunan di Urumqi, China bagian barat yang menewaskan 10 orang pada Kamis (24/11).
Diyakini secara luas, warga di gedung tersebut tak bisa melarikan diri dari kobaran api karena adanya kebijakan Covid. Tapi pihak berwenang setempat membantahnya.
Baca juga : Messi Dan Neymar Mau Kudeta
Aksi unjuk rasa menuntut Xi Jinping mundur yang merupakan pemandangan tidak biasa di China, juga muncul. Padahal, setiap kritik langsung terhadap Pemerintah dan presiden dapat mengakibatkan hukuman berat.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.