Sebelumnya
Beberapa pengunjuk rasa juga meneriakkan makian kepada polisi, yang berbaris di jalan tempat orang berkumpul. Seorang pengunjuk rasa mengatakan kepada kantor berita Associated Press, salah satu temannya dipukuli polisi di tempat kejadian, sementara dua lainnya disemprot merica.
Video lainnya yang merekam aksi protes tersebut menunjukkan polisi berdiri menonton ketika aksi unjuk rasa berlangsung. Banyak rekaman dan foto beredar tentang unjuk rasa yang meletus dari Shanghai dan ibu kota Beijing, serta daerah perkotaan besar lainnya, seperti Chendu dan Wuhan.
Baca juga : Sennheiser Sukses Luncurkan Seri Momentum True Wireless 3
Namun kini, Pemerintah China mengambil langkah sensor terhadap platform media sosial (medsos), demi menghentikan warga lainnya melihat dan mendiskusikannya.
Puluhan juta unggahan di media sosial telah disaring dari mesin pencarian, dan media lebih memberitakan sesuatu yang optimistis mengenai Piala Dunia dan pencapaian kiprah China soal luar angkasa.
Baca juga : Messi Dan Neymar Mau Kudeta
Puluhan pengunjuk rasa juga berkumpul di pusat Hong Kong pada Senin kemarin, dan di Universitas China Hong Kong, untuk menunjukkan solidaritas terhadap demonstran di seluruh China. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.