RM.id Rakyat Merdeka - Menjadi tuan rumah yang baik dan ramah kepada tamu yang berkunjung, merupakan sebuah kewajiban bagi keluarga di Jepang. Itu dirasakan peserta Program Japan-East Asia Network of Exchange for Students and Youth (JENESYS) 2022, Japan-Indonesia Exchange for Young Journalists.
Kunjungan ke rumah (home visit) keluarga Jepang, jadi salah satu kegiatan terakhir pada program JENESYS2022 yang berlangsung pada 15-21 Februari 2023. Kali ini, 20 peserta dibagi menjadi empat grup. Wartawan Rakyat Merdeka Paul Yoanda, tergabung dalam grup C, yang mengunjungi rumah Keluarga Matsuzawa, di Kayou, Desa Hakuba, Prefektur Nagano, Jepang, pada Minggu, (19/2).
Baca juga : Wisata Ramah Muslim Ala Si Kuda Putih
Sebelumnya, masing-masing kelompok dijemput keluarga penerima di Stasiun Hakuba, sekitar pukul 11.30. Di tengah hujan rintik-rintik, Tadaaki Matsuzawa (63) dan istrinya, Mika (52), datang menjemput. Setelah berkenalan dan bertegur sapa, rombongan kemudian berangkat ke rumah yang ditempuh dalam waktu sekitar 15 menit naik mobil dari stasiun.
Sampai di rumah Keluarga Matsuzawa, suasana tradisional Jepang langsung terasa. Dengan bentuk rumah dan lingkungan sekitar yang mengingatkan pada bangunan-bangunan tradisional Jepang yang biasa ditonton di layar teve.
Baca juga : 40 Persen Warga Nagano Di Atas 40 Tahun, Koran Lokal Laris
“Silakan masuk,” ucap Mika, mengajak kami beranjak ke dalam rumah. Sebelum sampai ke dalam, Matsuzawa menjelaskan, rumah itu telah berusia lebih dari 200 tahun, dan telah ditempati oleh beberapa generasi.
Matsuzawa dan keluarganya adalah generasi ke-9 yang menempati rumah berukuran sekitar 300 meter persegi itu. “Tapi memang sudah beberapa kali direnovasi,” jelasnya.
Baca juga : Gedung Pemerintah Metropolitan Tokyo Jadi Tempat Wisata Gratis
Setelah melepas sepatu dan menggantung jaket tebal yang dikenakan, rombongan kemudian diajak ke ruang tengah. Semacam ruang keluarga. Ruangan itu punya macam-macam fungsi. Mulai dari tempat makan, dan tempat beribadah penghuni rumah.
Setelah duduk dan menghangatkan tubuh di dekat perapian, Mika menyajikan camilan manis khas Jepang, wagashi. Teksturnya mirip mochi, makanan Jepang yang lebih populer di kalangan masyarakat di Indonesia. Sambil menikmati camilan itu, Mika membuat matcha hangat.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.