RM.id Rakyat Merdeka - Sejumlah negara dengan mayoritas berpenduduk Muslim, termasuk Indonesia mengutuk keras serangan keji tentara Israel ke Masjid Al Aqsa. Tindakan tersebut dinilai mengabaikan nilai-nilai perdamaian dan menodai kesucian agama.
Konflik Palestina dan Israel membara lagi. Kedua negara saling menyerang dengan roket. Jet-jet tempur Israel membom Jalur Gaza, Jumat (7/4) dini hari. Serangan itu dilakukan usai Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu bersumpah akan merespons keras terkait serangan roket yang ditembakkan dari Lebanon sehari sebelumnya.
“Kami akan menyerang musuh kami dan mereka akan membayar harga untuk setiap tindakan agresi,” kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan. Setidaknya dua ledakan keras terdengar di Gaza.
Belum diketahui terkait dampak dan korban dalam serangan terbaru militer Israel tersebut. Serangan itu menyusul laporan bahwa sistem pertahanan udara, Iron Dome Israel telah mencegat 25 dari 34 rudal yang ditembakkan dari Lebanon ke Israel. Kekerasan di Gaza meningkat setelah polisi Israel menyerang warga Palestina yang lagi beribadah di dalam Masjid Al Aqsa, Yerusalem dalam dua hari berturut-turut pada pekan ini.
Konfrontasi yang berlangsung bertepatan pada bulan suci Ramadan dan perayaan Paskah Yahudi tersebut, akhirnya menjadi tak terelakkan. Juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Richard Hecht menyebut, serangan roket Kamis (6/4) itu datang dari kelompok-kelompok Palestina. Namun belum dipastikan dari kubu mana.
Baca juga : KPK Duga Bupati Meranti Sunat Anggaran OPD Dan Terima Fee Jasa Travel Umrah
“Kami tahu pasti itu adalah tembakan Palestina. Bisa jadi Hamas, bisa jadi Jihad Islam, kami masih mencoba menyelesaikannya tapi itu bukan Hizbullah,” katanya.
Awalnya muncul spekulasi bahwa serangan roket yang mencapai kota Bezet dan Shlomi, utara Israel, berasal dari kelompok proksi Iran Hizbullah, yang menguasai sebagian besar selatan Lebanon. Namun, Israel dan Hizbullah telah menghindari konflik besar sejak 2006 Militer Iran menyebut, pihaknya sedang menyelidiki kemungkinan keterlibatan Iran, atau oleh Hizbullah.
Kekerasan tentara Israel terhadap Muslim Palestina yang sedang beribadah di Masjid Al Aqsa, mengundang kecaman dari berbagai negara mayoritas Muslim, termasuk dari Hizbullah (Lebanon) dan Hamas (Gaza).
Dalam keterangannya, Hamas menuntut pertanggungjawaban penuh dari pihak Israel atas kekerasan yang terjadi di Masjid Al-Aqsa. Arab Saudi juga mengutuk serangan terang-terangan polisi Israel tersebut.
“Kerajaan Arab Saudi mengutuk penyerbuan terang-terangan ini dan menyatakan penolakannya terhadap praktik-praktik yang merusak upaya perdamaian dan bertentangan dengan prinsip-prinsip internasional sehubungan dengan kesucian agama,” tambah pernyataan itu dikutip Aljazeera, Kamis (6/4).
Baca juga : Kemhan Terima Rantis Australia Tanpa Syarat
Indonesia juga tidak ketinggalan. Kementerian Luar Negeri Indonesia menyampaikan sikapnya via akun Twitter. “Indonesia mengutuk tindak kekerasan aparat keamanan Israel di Masjid Al Aqsa di bulan suci Ramadan yang menyebabkan sejumlah jemaah terluka dan penangkapan ratusan lainnya,” demikian pernyataan resmi Kemlu di Twitter, Kamis (6/4).
“Tindakan ini sungguh menyakiti perasaan umat Muslim dunia, pelanggaran nyata terhadap kesucian Al Aqsa akan memicu eskalasi konflik dan kekerasan,” lanjut pernyataan itu.
Kemlu juga mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan komunitas internasional segera mengambil langkah nyata untuk menghentikan dan mengakhiri berbagai pelanggaran Israel terhadap Al Aqsa. Presiden Jokowi, bahkan melakukan pembicaraan dengan Presiden Iran Ebrahim Raisi, dan mengecam tindakan Israel di Masjid Al Aqsa di Yerusalem Timur.
Iran mendesak pertemuan darurat Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk membahas situasi di Palestina menyusul serangan dan serbuan yang dilakukan pasukan Israel. Raisi mengatakan, mendukung hak-hak warga Palestina dan memerangi Israel adalah sebuah prinsip yang tidak dapat diubah dalam Islam.
Raisi menyebut Palestina sebagai jantung dari dunia Islam. Dia menekankan pentingnya menggelar sidang darurat bersama 57 negara anggota OKI untuk membahas situasi yang terjadi di Palestina.
Baca juga : Denny JA Ikut Soroti Penolakan Terhadap Tim Israel, Ini Katanya
“Persatuan dunia Islam sangat penting untuk menghadapi agresi Israel. Iran akan terus mendukung upaya-upaya untuk memperkuat persatuan antara negara-negara Muslim,” tegas Raisi dikutip IRNA, kemarin.
Sekutu terdekat Israel, Amerika Serikat, juga angkat suara. Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Vedant Patel menyebut Washington merasa prihatin atas tindakan Israel. “Pemerintah AS berkomunikasi rutin dengan mitra kami, Israel, dan pihak berwenang Palestina. Kami meminta agar ketegangan ini segera diakhiri,” ujar Patel.
Dalam jumpa pers harian, Kamis (6/4) Patel mengatakan, AS mengutuk serangan roket dari Lebanon, dan menambahkan bahwa Israel memiliki kekhawatiran keamanan dan berhak mempertahankan diri. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.