Dark/Light Mode

Disetujui Senayan

Kemhan Terima Rantis Australia Tanpa Syarat

Selasa, 4 April 2023 07:50 WIB
Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) M. Herindra (ketiga kiri) bersama Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono (kedua kiri) menghadiri rapat kerja (raker)dengan Komisi I DPR di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (3/4). (Foto: Kemhan)
Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) M. Herindra (ketiga kiri) bersama Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono (kedua kiri) menghadiri rapat kerja (raker)dengan Komisi I DPR di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (3/4). (Foto: Kemhan)

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia menerima pemberian kendaraan taktis (rantis) tipe Bushmaster dari Australia. Kementerian Pertahanan (Kemhan) memastikan pemberian ini bersifat cuma-cuma alias tanpa syarat. DPR pun menyetujuinya.

Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) M. Herindra yang mewakili Menhan Prabowo Subianto menerangkan, berbagai pertimbangan strategis Kem­han memilih menerima hibah tersebut. Baik dari aspek teknis, aspek strategis, aspek politis, dan aspek ekonomis.

“Dari teknis, material yang dihibahkan ini dalam kondisi baik, siap pakai,” kata Herindra dalam rapat kerja (raker) antara Kementerian Pertahanan-Mabes TNI dengan Komisi I DPR di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, kemarin.

Baca juga : Kementerian PUPR Dan Kemensos Resmikan Rusun Sentra Mulya Jaya Jakarta

Raker dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi I dari Fraksi PKS Abdul Kharis Almasyahari. Ha­dir Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono.

Dalam raker tersebut, DPR menyetujui penerimaan hibah atas kendaraan taktis tipe Bushmaster dari Pemerintah Australia kepada Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian Tentara Nasional Indonesia (PMPP TNI).

Total kendaraan yang dihibah­kan ada 15 unit kendaraan taktis (rantis) Bushmaster Protected Mobility Vehicle (BPMV). Dari 15 unit rantis tersebut terdiri dari 13 unit tipe Troops, 1 unit tipe Command dan 1 unit tipe Ambulance.

Baca juga : KIB Membantah Ketemu Jalan Buntu

Herindra meyakini, kendaraan hibah ini dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pelatihan dan operasi.

Rantis ini akan sangat men­dukung tugas TNI dalam misi operasi perdamaian dunia. Pem­berian ini dipastikan tanpa syarat apapun.

“Adapun dari aspek strategis, penerimaan hibah ini tidak menimbulkan keterikatan dan ketergantungan Indonesia terha­dap Australia di kemudian hari karena tanpa syarat apapun,” terangnya.

Baca juga : Ganjar: Sunan Gresik Tauladan Utama Hubungan Ulama dan Umara

Dari aspek politis, penerimaan hibah ini dapat meningkatkan hubungan bilateral Indonesia dan Australia.

Khususnya, di bidang pertahanan dan operasi perdamaian, tanpa mempengaruhi kebijakan politik luar negeri Indonesia yang Bebas dan Aktif.

“Dari aspek ekonomi, peneri­maan hibah rantis ini tidak akan membebani biaya apapun ke­pada Kemhan maupun kepada Mabes TNI,” jelasnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.