BREAKING NEWS
 

Dubes Saudi Osamah Muhammad al-Suaibi Diganti Yahya al-Qahtani

PBNU: Sudah selesai, Kasus Twit Dubes Saudi Terkait Bendera

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Kamis, 3 Januari 2019 16:21 WIB
Dubes Arab Saudi yang baru (tengah, berdasi) berjabat tangan dengan Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siradj, Kamis (3/1). (Foto: Dok. NU)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengemukakan bahwa kasus twit Dubes Arab Saudi untuk Indonesia yang lama, Osamah Muhammad al-Suaibi, yang berisi tuduhan bahwa pembakar bendera HTI merupakan organisasi sesat (munharifah), telah selesai.

“Masalah pembakaran bendera selesai. Sudah selesai,” kata Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (3/1), usai menerima kunjungan Dubes Arab Saudi yang baru, Yahya al-Qahtani.

Adsense

Baca juga : Xi Jinping Ancam Serang Taiwan, Jika Ogah Bersatu Dengan China

Kiai Said mengapresiasi kunjungan Yahya ke PBNU. Menurutnya, ini merupakan langkah positif dalam upaya memperbarui hubungan kedua belah pihak. "Sekali lagi, kunjungan beliau merupakan langkah yang sangat positif," ucapnya.

Ia mengungkapkan, hubungan kedua belah pihak telah terjalin dengan baik sejak dulu. Untuk menjaga hubungan baik itu, dirinya mengaku tidak mengomentari kasus yang menimpa wartawan Arab Saudi Jamal Kashoggi. Karena baginya, persoalan itu masuk dalam politik dalam negeri Arab Saudi. “Saya diminta komentar, tapi nggak mau komentar tentang Kashogi. Saya tidak mau komentar karena itu masalah politik dalam negeri Saudi,” ucapnya.

Baca juga : Ribuan Warga Ingin Merdeka Dari China

Sebelumnya, di hadapan Yahya, Kiai Said yang alumnus Universitas Ummul Qurra Mekkah, Arab Saudi ini mengaku tersinggung atas twit Osamah karena menyebut pembakar bendera sebagai organisasi sesat. [HES]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense