Dark/Light Mode

Soal Tembok Perbatasan Meksiko

Donald Trump Mutung

Kamis, 27 Desember 2018 11:34 WIB
Pembangunan tembok pembatas antara AS dan Meksiko. (Foto: Reuters/Carlos Garcia Rawlins)
Pembangunan tembok pembatas antara AS dan Meksiko. (Foto: Reuters/Carlos Garcia Rawlins)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat Donald Trump lagi mutung alias ngambek. Ambisinya membuat tembok per­batasan Meksiko dicuekin parlemen. Trump mengancam pemerintahan te­tap shutdown sampai parlemen menyetujui pengucuran dana tembok perbatasan tersebut.

Dana untuk membuat perbatasan Amerika-Meksiko sangat besar. Trump merinci membutuhkan uang 5 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp 72 triliun. Kalau tidak dikabulkan, dia mengancam akan terus shutdown. Hingga kemarin, sudah empat hari seluruh pelayanan pemerintahan di Amerika disetop Trump. Namun, jika parlemen setuju mencairkan dana 72 triliun untuk membangun tembok perbatasan, Trump berjanji segera mengaktifkan kembali pemerintahan.

Baca juga : Bocah Guatemala Tewas Dalam Penahanan Amerika

Seperti diketahui bukan hanya Partai Demokrat saja yang menolak ide Trump. Partainya Trump, Partai Republik juga menolak.  “Saya belum bisa mengatakan pada Anda kapan pemerintahan akan dibuka kembali. Saya sampaikan pe­merintahan tidak akan dibuka sampai kita mempunyai tembok, pagar apa pun itu namanya,” kata Trump, seper­ti dikutip dari english.alarabiya.net, kemarin.

Sebelumnya, Trump menegaskan pada Senin, 24 Desember 2018, pihaknya telah menyetujui sebuah kon­trak pembangunan tembok wilayah perbatasan di daerah Texas sepanjang 185 kilometer. Namun, spek proyek tersebut masih dirahasiakan.

Baca juga : Doakan Korban Tsunami Dalam Perayaan Natal Kota Seoul

Trump berharap dapat membangun tembok sekitar 800-885 km dari total 3.218 km perbatasan untuk awal, sisanya bakal direnovasi atau di­bangun sebelum Pilpres digelar. “Bakal butuh kerja keras untuk tem­bok ini,” tuturnya.

Dia sesumbar aksinya didukung para pegawai negeri yang mengalami furlough (bekerja tak dibayar). Soalnya, akibat shutdown ini, para pegawai dari 15 kementerian dan badan negara termasuk Kemen­terian Luar Negeri maupun Kemen­terian Kehakiman tak digaji.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.