BREAKING NEWS
 

9 Tewas, 4 Terluka

Sedan Tabrak Pejalan Kaki Di Seoul, Pengemudi Usia 68 Tahun, Tidak Mabuk

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Selasa, 2 Juli 2024 07:25 WIB
Sedan hitam yang dikemudikan seorang pria lansia berusia 68 tahun menabrak para pejalan kaki di pusat kota Seoul, Senin (1/7/2024). Akibat musibah ini, 9 orang tewas dan 4 terluka. (Foto: Yonhap)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Korea Selatan (Korsel) Yoon Suk Yeol memerintahkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Lee Sang-min dan jajaran lainnya, untuk seoptimal mungkin menyelamatkan dan merawat para pejalan kaki yang ditabrak sedan hitam di persimpangan dekat Balai Kota Seoul, Senin (1/7/2024) pukul 21.27 waktu setempat.

Dalam musibah tabrakan itu, sembilan orang dilaporkan meninggal. Enam di antaranya, tewas di tempat kejadian. Tiga lainnya, dibawa ke rumah sakit karena serangan jantung, lalu dinyatakan meninggal.

Di antara empat korban terluka, satu orang dibolehkan kembali ke rumah setelah menjalani perawatan. Korban luka lainnya, tidak dalam kondisi kritis.

 

Baca juga : Mobil Tabrak Pejalan Kaki Di Seoul Korsel, 9 Tewas, 4 Terluka


Mendagri Korsel juga mengeluarkan perintah darurat untuk memobilisasi segala sumber daya, demi menyelamatkan nyawa korban kecelakaan tersebut.

Walikota Seoul Oh Se-hoon bergegas ke lokasi kecelakaan, begitu mendengar berita tersebut. “Ini adalah kecelakaan yang menyedihkan," katanya.

Dia meminta stafnya untuk segera membawa korban ke rumah sakit, dan mengusut tuntas kasus ini.

Pengemudi Lansia

Adsense

Investigasi menyeluruh terhadap kasus ini belum dapat dilakukan, mengingat pengemudi sedan yang menabrak para pejalan kaki, juga menjadi korban. Dia dan istrinya, langsung dilarikan ke rumah sakit.

Baca juga : Pemerintah Terima Kritik Dan Masukan

Dalam pemeriksaan awal, pria itu mengklaim, mobilnya melaju secara tiba-tiba. Belum diketahui apakah dia berada di bawah pengaruh obat atau mengemudi dalam kondisi mengantuk. Yang pasti, pengemudi tidak berada di bawah pengaruh alkohol atau tidak mabuk.

Menurut keterangan polisi, sedan nahas itu melaju ke arah yang salah dan menghantam dua kendaraan, sebelum menabrak para pejalan kaki.

"Karena pengemudinya juga terluka, kami belum melanjutkan penyelidikan," kata pejabat polisi dalam sebuah pengarahan, seperti dilansir Yonhap, Selasa (2/7/2024). 

"Untuk memastikan penyebab kecelakaan, kami akan bergerak cepat dan tegas melakukan investigasi berdasarkan pernyataan pengemudi, CCTV, dan analisis kamera keamanan," lanjutnya.

Baca juga : Otak Korupsi Tukin Dipenjara 6 Tahun

Rekaman kamera keamanan memperlihatkan, seorang warga melakukan resusitasi jantung paru (RJP) pada korban yang terbaring di tanah.

RJP adalah upaya untuk mengembalikan fungsi sirkulasi dan pernapasan, dengan memberikan asupan oksigen dan sirkulasi darah ke organ tubuh yang sensitif terhadap kekurangan oksigen, seperti otak dan jantung pada orang yang mengalami serangan jantung, kecelakaan, atau tenggelam.

Musibah kecelakaan ini kemudian memunculkan pertanyaan, apa yang harus dipertimbangkan untuk memastikan keamanan berkendara di kalangan warga lanjut usia. Mengingat pengemudi sedan nahas itu adalah seorang pria lansia berusia 68 tahun.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense