BREAKING NEWS
 

Korban Jiwa Demo Rusuh Nyaris 100

PM Bangladesh Sheikh Hasina Akhirnya Mundur, Langsung Kabur Ke India

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Senin, 5 Agustus 2024 19:33 WIB
PM Bangladesh Sheikh Hasina akhirnya mengundurkan diri, Senin (5/8/2024). (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sheikh Hasina (76) akhirnya meninggalkan kursi Perdana Menteri (PM) Bangladesh yang telah didudukinya selama 15 tahun, pada Senin (5/8/2024).

Hasina kabur ke India setelah menghadapi aksi demo selama berminggu-minggu hingga pecah kerusuhan brutal, yang menewaskan hampir 100 orang pada Minggu (4/8/2024).

Harian Bangladesh Prothom Alo mengabarkan, Hasina berangkat ke India naik helikopter militer. Helikopter yang juga membawa saudara perempuannya itu dilaporkan mendarat di Agartala di timur laut India.

Massa yang bergembira dengan pengunduran diri Hasina tampak mengibarkan bendera. Beberapa di antaranya terlihat menari di atas tank, di jalan-jalan Dhaka pada Senin (5/8/2024) pagi, sebelum ratusan orang menerobos gerbang kediaman resmi Hasina.

Video yang ditayangkan Channel 24 Bangladesh memperlihatkan kerumunan orang berlarian ke dalam kompleks kediaman Hasina. Mereka melambaikan tangan ke arah kamera, merayakan pengunduran diri sang PM.

Baca juga : Korban Meninggal Tragedi Kanjuruhan Jadi 135, Ini Pesan Habib Syakur Ke PSSI

Yang lainnya, menghancurkan patung ayah Hasina: Sheikh Mujibur Rahma, pahlawan kemerdekaan negara tersebut.

Putra Hasina 

Lewat akun Facebook-nya, putra Hasina: Sajeeb Wazed Joy yang tinggal di Amerika Serikat (AS) mendesak militer Bangladesh untuk memblokir segala upaya pengambilalihan kekuasaan ibunya, yang telah berlangsung selama 15 tahun.

“Tugas Anda adalah menjaga keselamatan rakyat dan negara kami, serta menjunjung tinggi konstitusi,” kata Sajeeb Wazed Joy.

"Jangan biarkan pemerintah yang tidak melalui proses pemilihan, berkuasa selama satu menit pun. Itu adalah tugas Anda," tegasnya.

Adsense

Selama terjadi aksi kerusuhan sejak awal Juli 2024, militer mendukung pemerintahan Hasina. Kerusuhan itu pada awalnya dipicu oleh masalah kuota penerimaan PNS, yang kemudian meluas menjadi seruan mundur untuk Hasina.

Risiko Stabilitas

Baca juga : Mentan Pastikan Kebutuhan Pangan Hingga Akhir Tahun Aman

Michael Kugelman, Direktur South Asia Institute di Wilson Center yang berbasis di Washington mengingatkan, kepergian Hasina akan meninggalkan kekosongan besar.

"Jika ini merupakan transisi yang damai, dengan pemerintahan sementara yang mengambil alih sampai pemilu diadakan, maka risiko stabilitas akan kecil. Konsekuensinya pun terbatas,” katanya.

"Tetapi, jika terjadi transisi yang penuh kekerasan atau ketidakpastian, risiko ketidakstabilannya akan lebih besar," lanjut Kugelman.

Pemerintahan Sementara

Merespons situasi ini, Panglima Angkatan Darat Jenderal Waker-Us-Zaman mengatakan, pemerintahan sementara akan segera dibentuk.

"Saya mengambil tanggung jawab penuh,” kata sang jenderal, dalam pidato yang disiarkan stasiun TV, Senin (5/8/2024).

Baca juga : Cuma Sehari, Masalah Administrasi KUR Taxi Alsintan Langsung Beres

“Negara ini sangat menderita, perekonomian terpukul, banyak orang terbunuh. Inilah saatnya menghentikan kekerasan. Saya berharap, setelah pidato saya, situasinya akan membaik," lanjutnya.

Waker berencana menghadap presiden untuk membentuk pemerintahan sementara di negara Asia Selatan berpenduduk sekitar 170 juta jiwa.

Belum diketahui pasti, apakah Waker akan memimpin pemerintahan sementara itu atau tidak. Yang pasti, Waker telah mengadakan pembicaraan dengan partai-partai oposisi utama dan anggota masyarakat sipil, tetapi tidak dengan Liga Awami pimpinan Hasina.

 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense