RM.id Rakyat Merdeka - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menyetujui proposal perpanjangan gencatan senjata fase pertama selama Ramadan hingga Passover atau Paskah Yahudi, hingga 20 April 2025.
Kesepakatan ini diajukan perwakilan khusus Amerika Serikat (AS) untuk Timur Tengah (Timteng) Steve Witkoff untuk menggantikan kesepakatan gencatan senjata sementara jilid pertama yang berakhir pada Sabtu (1/3/2025).
Witkoff mengajukan proposal itu setelah menyadari diperlukan lebih banyak waktu untuk melakukan pembicaraan mengenai gencatan senjata permanen.
Baca juga : Hamas Tunda Bebaskan Sandera, Trump Frustrasi
“Israel mengadopsi rencana utusan Presiden AS Steve Witkoff untuk gencatan senjata sementara selama Ramadan hingga Paskah Yahudi selama delapan hari yang akan dirayakan pada pertengahan April,” bunyi pernyataan Kantor Perdana Menteri Israel, Minggu (2/3/2025).
Sayangnya, di tengah kesepakatan ini, pasukan Israel justru memasuki kamp pengungsi Nour Shams di Tepi Barat, Palestina. Buldoser Israel menghancurkan rumah-rumah dan merusak jalanjalan di lingkungan al-Manshiya di hari pertama Ramadan, Sabtu (1/3/2025).
Dilansir Anadolu, Minggu (2/3/2025), Kepala Komite Rakyat Kamp Nour Shams Nihad Al Shawish mengatakan, beberapa buldoser militer menyerbu lingkungan Al Manshiya dan menghancurkan jalan-jalan serta sebagian bangunan tempat tinggal.
Baca juga : Dunia Senang, Rakyat Girang
Dia mengatakan, pasukan Israel memaksa penduduk di sekitar area Kamp Nour Shams untuk mengungsi. “Tentara Israel telah memerintahkan semua penduduk kamp untuk pergi,” ujar Shawish.
Serangan militer di Nour Shams telah memasuki hari ke-21. Pasukan Israel telah menargetkan kota-kota di Tepi Barat utara, khususnya Jenin dan Tulkarem, selama lebih dari sebulan.
Serangan militer itu telah menewaskan sedikitnya 64 orang dan membuat ribuan orang mengungsi. Pada 23 Februari lalu, tank-tank Israel memasuki kamp pengungsi di Jenin dalam eskalasi militer yang belum pernah terjadi sejak 2002.
Baca juga : Menkop Sepakat Gapoktan Bertransformasi Jadi Koperasi, Salurkan Pupuk Bersubsidi
Pihak berwenang Palestina menyatakan, serangan militer Israel yang terus berlanjut merupakan bagian dari rencana yang lebih luas untuk mencaplok Tepi Barat dan mendeklarasikan kedaulatan atas wilayah itu. Palestina menganggap aksi itu berarti menandai berakhirnya solusi dua negara.
Kementerian Kesehatan Palestina mencatat, tindakan militer Israel di Tepi Barat sedikitnya telah menyebabkan 927 warga Palestina tewas dan hampir 7.000 orang terluka. Serangan itu dilakukan sejak dimulainya perang di Gaza pada 7 Oktober 2023.
Mahkamah Internasional menyatakan, pendudukan Israel yang telah berlangsung lama atas wilayah Palestina adalah ‘melanggar hukum’.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.