Sebelumnya
Menjawab pertanyaan Rakyat Merdeka & RM.id, apakah anak-anak sekolah diberikan pelatihan mendasar bagaimana menghadapi situasi darurat, Sazhaeva menjawab, ”Iya. Kami secara rutin memberikan pelatihan untuk menghadapi situasi darurat kepada mereka. Termasuk latihan menghadapi kemungkinan adanya serangan-serangan dari pihak Ukraina.”
Dia mengakui, serangan drone saat itu di luar dugaan. Apalagi ketika bus sekolah, yang menurutnya mudah dikenali dari jarak jauh sekalipun, karena warnanya yang kuning, jelas terlihat dari kejauhan.
Baca juga : Menembus Perbatasan, Naik Mobil 24 Jam
Di saat yang sama, masih menurut Sazhaeva, serangan-serangan Ukraina ke kawasan sipil ini, memang sering terjadi. Pada 11 Maret 2025 misalnya, The Guardian, surat kabar harian Inggris melaporkan, tiga orang dilaporkan tewas akibat serangan pesawat nirawak Ukraina di Moskow. Serangan tersebut terjadi pada saat perundingan perdamaian dimulai antara Rusia-Ukraina, yang didorong oleh Amerika Serikat.
Menurut sejumlah pejabat Rusia, 337 pesawat nirawak menyerang Rusia, hanya beberapa jam sebelum tim AS dan Ukraina bertemu untuk perundingan damai di Arab Saudi.
Baca juga : Ke RNC, Tips Mengenal Negeri Beruang Putih
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan, 337 pesawat nirawak diluncurkan ke Rusia pada Senin (10/3/2025) malam, termasuk 91 yang menargetkan wilayah Moskow. Akibatnya, tiga orang dinyatakan tewas, memicu kebakaran, dan mengganggu layanan penerbangan serta kereta api. (Bersambung)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.