BREAKING NEWS
 

Pengamat Sibuk Analisa Senjata Yang Ditembakkan

India Vs Pakistan, Perang Rudal China-Rusia Vs AS

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : KARTIKA SARI
Sabtu, 10 Mei 2025 04:05 WIB
Para jurnalis melihat puing-puing rudal India di kompleks Kesehatan dan Pendidikan Pemerintah di Muridke sekitar 30 kilometer dari Lahore, Pakistan, Rabu (7/5/2025). (Foto AFP)

 Sebelumnya 
Sementara, India diyakini mengandalkan Meteor, rudal buatan konsorsium Eropa MBDA yang dipasang di jet Rafale produksi Prancis. Meteor dikenal dengan sistem pemandu radar aktif dan kemampuan no escape zone yang sangat luas. Namun, belum ada konfirmasi resmi bahwa Meteor benar-benar digunakan dalam pertarungan udara tersebut.

“Jika benar PL-15 dan Meteor saling berhadapan, maka ini adalah duel antara dua rudal paling canggih dari Timur dan Barat,” ujar Barrie.

AS Tak Ikut Campur

Baca juga : Indonesia Serukan India-Pakistan Berdamai

Wakil Presiden AS JD Vance menegaskan, Washington tidak akan ikut campur dalam konflik antara India dan Pakistan. Dia menegaskan, perang antara dua negara bersenjata nuklir itu bukan urusan Negeri Paman Sam.

Pernyataan itu disampaikan Vance dalam wawancara dengan Fox News dan dilansir dari The Guardian, Jumat (9/5/2025).

Baca juga : 31 Warganya Tewas Dalam Serangan India, PM Pakistan Siap Tuntaskan Dendam

“Kami berharap keduanya bisa meredakan ketegangan. Tapi kami tidak akan ikut campur dalam perang yang pada dasarnya bukan urusan kami dan di luar kendali Amerika,” ujar Vance.

Dia mengatakan, AS tidak dapat memaksa kedua negara untuk melakukan gencatan senjata dan duduk di meja damai. Hingga kini, AS belum mengambil posisi formal dalam eskalasi India-Pakistan selain pernyataan untuk tidak terlibat langsung secara militer.

Baca juga : India Dan Pakistan Saling Balas Langkah Diplomatik

Pernyataan ini mencerminkan kebijakan luar negeri pemerintahan Trump yang mengedepankan prinsip America First dan menarik peran AS dari konflik luar negeri sebagai mediator utama.

Baik Trump maupun Vance sebelumnya juga telah menyatakan bahwa AS siap mundur dari upaya mendamaikan konflik Rusia-Ukraina, jika kedua pihak tidak bersedia melakukan dialog langsung.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense