Sebelumnya
Atas jasa tokoh senior Tionghoa di Melbourne, Pak Susanto, saya diperkenalkan dengan tokoh muda masyarakat keturunan Tionghoa bernama Tiong Jin. Bapaknya adalah salah seorang tokoh Tionghoa nasional yang sangat dekat dengan Presiden Sukarno atau dikenal sebagai Sukarnois.
Dari pertemuan saya dengan Tiong Jin, saya diberitahu bahwa masyarakat keturunan Tionghoa di Melbourne akan mendirikan sebuah organisasi bernama Committee Against Racism in Indonesia (CARI) sebagai respons atas kejadian di Indonesia. Saya adalah satu-satunya staf dari KJRI Melbourne yang akan diundang sebagai pribadi.
Baca juga : Wali Kota Arief Terima Penghargaan Kepala Daerah Pelopor RS Syariah
Saat memberikan pidato, Prof Arief Budiman memulainya sambil setengah bercanda dengan memperkenalkan diri sebagai Kasno, alias Bekas Cino (Bahasa Jawa). Kemudian dia mulai mengritik keturunan Tionghoa dan meminta agar CARI nantinya juga bersikap obyektif mengingat banyak perusahaan milik konglomerat Tionghoa yang bersikap diskriminatif terhadap pribumi dalam sistem penggajiannya. Hadirin yang sebagian besar keturunan Tionghoa pun terdiam. Itulah Arief Budiman.
Ketika saya kembali sebagai Konsul Jenderal pada 2004-2009, suasananya sudah jauh berbeda dan sangat cair. Namun Arief Budiman tetaplah seorang yang sangat kritis membela orang-orang yang terpinggirkan.
Baca juga : Jokowi Ajak Berdoa dan Kerja Keras Hadapi Pelambatan Ekonomi Dunia
Saya pernah berdebat tentang kebijakan Gubernur DKI Jakarta yang melarang beroperasinya becak di Jakarta. Saya katakan, tujuannya sebenarnya baik, permasalahannya adalah bagaimana para tukang becak itu ditingkatkan derajatnya untuk tidak lagi menjadi tukang becak. Akhirnya kita setuju untuk tidak setuju.
Ternyata seorang Arief Budiman memiliki sifat yang cukup “humanis”. Ia suka berkaraoke. Ketika itu di Indonesia sedang sangat populer lagu Cucak Rowo. Saya punya koleksi beberapa versi penyanyi dan ternyata ia juga punya versi lain yang berbeda dengan versi yang saya miliki.
Baca juga : Ketua KPU Arief Budiman Dipanggil KPK
Akhirnya kita sepakat untuk kontes Karaoke di Wisma Indonesia di daerah Brighton dengan tema nyanyi lagu Cucak Rowo. Mungkin banyak yang tidak tahu bahwa Prof Arief Budiman bisa nyanyi, walaupun suaranya tidak lebih baik dari saya.
Itulah sekelumit tentang Prof Arief Budiman, seorang aktivis yang konsisten, apa adanya dan tetap hidup sederhana. Ia bercerita pernah ditawari menjadi salah seorang Menteri tetapi ditolaknya. Selamat jalan Prof. Moskow, 24 April 2020.***
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.