RM.id Rakyat Merdeka - Walikota Osaka Ichiro Matsui didamprat netizen Negeri Sakura setelah menyebut perempuan belanja terlalu lama.
Menurut Matsui, perempuan terlalu banyak pertimbangan saat memilih apa yang akan dibeli sehingga bisa menghabiskan waktu lebih lama di toko-toko atau supermarket. Dengan kondisi tersebut, maka potensi penularan virus corona akan lebih tinggi.
“(Perempuan) membutuhkan waktu lama karena mereka terlalu lama memilih dan ragu tentang ini dan itu,” kata Matsui, dikutip Kyodo, kemarin.
Baca juga : Sejak Sebulan Lalu, Glenn Keluhkan Sakit Meningitis
“Laki-laki bisa mengambil barang-barang yang dicari lalu pergi. Jadi saya kira, lebih baik kalau laki-laki yang pergi berbelanja untuk menghindari kontak antar manusia,” kata Matsui dikutip Reuters, Jumat (24/4).
Matsui melanjutkan, sarannya itu mungkin saja tak didengar. Namun, ia sudah menerapkan aturan itu di keluarganya. Ucapan Matsui ini disebut sebagai penghinaan kepada perempuan.
Pernyataan Matsui mengundang komentar para netizen. “Penuh prasangka terhadap perempuan. Ada laki-laki yang juga bingung, sedangkan perempuan lebih lincah dan tajam dalam berbelanja,” komen seorang netizen.
Baca juga : BNPB Bantah Terima 1 Juta Masker dari Shopee
Meski demikian, ada netizen yang setuju dengan pandangan Matsui. “Itu benar. Khususnya para perempuan lansia yang selalu mengobrol, tidak peduli tentang belanjaan mereka.”
Jepang menetapkan pembatasan pergerakan untuk menekan penyebaran Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 dari virus Sars-Co2-V. Awalnya hanya di tujuh prefektur, namun kini ke seluruh negeri. Warga di prefektur yang mengalami pembatasan diminta tak keluar rumah kecuali untuk membeli kebutuhan pokok. Itu pun disarankan hanya satu orang di setiap keluarga yang keluar.
Meskipun populasi perempuan berpendidikan tinggi di Jepang besar, negara itu menempati peringkat 121 dari 153 negara dalam indeks kesenjangan gender World Economic Forum 2020. Penilaian itu didasarkan pada minimnya peran perempuan Jepang di pemerintahan dan politik.
Baca juga : Imbau Wawali Kota Tegal: Hadapi Corona, Jangan Panik, Jangan Nimbun!
Berdasarkan data worldometers.info kemarin siang, Jepang sudah memiliki 12.368 kasus positif Covid-19. Dengan 328 meninggal dan 1.494 sembuh. [DAY]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.