RM.id Rakyat Merdeka - Kapal perang Amerika Serikat (AS) standby di Selat Taiwan sepekan menjelang pelantikan Presiden Tsai Ing-wen. Ia akan dilantik rencananya 20 Mei.
Tsai Ing-wen menang di Pemilu Taiwan yang berlangsung pada 11 Januari lalu. Kemenangan ini sekaligus mengukuhkan kepemimpinan Tsai Ing-wen untuk periode kedua. 2020-2024.
Baca juga : DPD Sahkan Pandangan Terhadap RUU Perlindungan Data Pribadi Dan RUU Minerba
Pengerahan militer ini berlangsung di tengah ketegangan AS-Taiwan dengan China. Dalam pernyataan di akun Facebook, Armada Pasifik AS menyiagakan kapal perang USS McCampbell sejak Rabu (13/5) di perairan yang memisahkan daratan Taiwan dan China.
Sementara itu Kementerian Pertahanan Taiwan menyatakan, kapal yang dilengkapi rudal tersebut berlayar ke wilayah selatan untuk menjalani misi reguler dan akan terus berada di wilayah itu.
Baca juga : Peternak Mandiri Apresiasi Langkah Pembelian Ayam Hidup di 6 Provinsi
Hubungan China dengan AS memburuk setelah pemerintahan Presiden Donald Trump memberikan dukungan kepada Taiwan, termasuk menyetujui penjualan senjata. Kondisi ini diperparah dengan wabah virus corona di mana Taiwan disisihkan dari peran mereka di PBB.
AS mendesak agar PBB mengikutsertakan Taiwan karena dianggap berhasil mengendalikan wabah, namun ditolak. China ikut berperan menolak keikutsertaan Taiwan karena menganggap wilayah masih bagian provinsinya.
Baca juga : Stok Bahan Pokok Defisit Di Mana-mana, Presiden Sentil Larangan Terbang Pesawat
AS dan China meningkatkan aktivitas militer di peraiwan dekat Taiwan dalam beberapa bulan terakhir, termasuk latihan angkatan udara China dan kehadiran kapal perang AS.[MEL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.