RM.id Rakyat Merdeka - Petugas polisi berkumpul bersama komunitasnya untuk membasuh kaki pemimpin agama di North Carolina, AS, Sabtu (6/6) lalu.
Acara diawali dengan doa bersama untuk George Flyod, warga kulit hitam yang tewas karena dianiaya polisi di Minneapolis, 25 Mei lalu. Acara ini dipimpin Faith Cohoma dan suaminya Soboma sebagai anggota Legacy Church Center.
Doa bersama dilakukan selama 8 menit 46 detik, menandai lamanya polisi menindih leher Floyd dengan kakinya.
Baca juga : Ma`ruf Cuekin Maunya Ulama
Acara berikut dilanjutkan dengan seremoni cuci kaki. Tiga polisi kulit putih, dibantu tiga warga sipil yang hadir di acara, juga kulit putih, membasuh kaki Cohoma dan suaminya.
Cohoma dan suaminya duduk di bangku, sementara para polisi berlutuh di depan mereka. Membasuh kaki dilakukan dengan cara mencelupkan kaki kedua di ember yang sudah disediakan. Sementara air berasal dari guyuran botol air mineral. Para polisi dengan telaten membersihkan kaki Cohoma Cs.
Acara ini kabarnya kerap dipraktikkan oleh sejumlah sekte agama Kristen, berdasarkan perintah Yesus yang meminta para pengikutnya saling membasuh kaki mereka. Ini dilakukan untuk mengekpresikan cinta dan kerendahan hati.
Baca juga : Obama: Wabah Corona Tunjukkan Betapa Kronisnya Penyakit Amerika
Video acara ini sudah dibagikan di Facebook dan ditonton sekitar 2,500 orang. “Inilah cara penyembuhan masalah rasial dimulai,” komentar seorang netizen. [KRS]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.