RM.id Rakyat Merdeka - China mencatat lonjakan kasus baru Covid-19 pada Minggu (26/7) yakni 61 kasus. Ini merupakan penambahan harian tertinggi sejak April lalu.
Dilansir Channel News Asia, Senin (27/7), Komisi Kesehatan Nasional China menyatakan, kasus terbaru terjadi di tiga wilayah yang memicu kekhawatiran adanya gelombang baru Covid-19. Sebanyak 57 dari 61 kasus berasal dari wilayah Xinjiang, di mana wabah tiba-tiba menerjang ibu kota Urumqi sejak pertengahan Juli.
Baca juga : Kasus Covid Tinggi, Anies Nggak Masalah Dinilai Buruk
Sementara empat kasus lainnya merupakan impor dari luar negeri. Ini merupakan penambahan harian tertinggi kasus baru Covid-19 sejak 14 April. Saat itu otoritas melaporkan 89 kasus, sebagian besar impor.
Pihak berwenang melakukan tes Covid-19 massal sebagai tindakan pencegahan lebih masif. Pada Minggu, otoritas melakukan tes gelombang kedua di Urumqi, Xinjiang. Lebih dari 2,3 juta warga di kota berpenduduk 3,5 juta jiwa itu telah menjalani tes.
Baca juga : Dirjen Darat: Sudah Banyak Yang Sembuh
Sementara itu para ahli belum bisa memastikan cluster penyebaran Xinjiang yang sejauh ini telah menginfeksi 178 orang. Sedangkan infeksi baru di Jilin diumumkan hanya beberapa hari setelah Presiden Xi Jinping menyelesaikan tur inspeksi provinsi pekan lalu.
China sekarang memiliki 83.891 kasus Covid-19 yang dikonfirmasi, dengan 4.634 kematian. [MEL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.