RM.id Rakyat Merdeka - Festival Sinema Australia Indonesia (FSAI ) kembali menyapa pencinta film di Indonesia pada Maret ini. Di tahun keempat penyelenggaraannya, FSAI diadakan di Jakarta, Surabaya, Makassar, Bandung, Mataram serta Lombok.
Acara peresmian pembukaan FSAI dilaksanakan di CGV Grand Indonesia, kemarin, dengan penayangan Ladies in Black. Film itu diadaptasi dari novel laris karya Madeleine St John, yang merupakan drama komedi tentang kehidupan sekelompok karyawan department store Sydiney pada 1959. Film asal Australia ini disutradarai Bruce Beresford dan dibintangi Julia Ormold, Angourie Rice, Susie Porter, Rachael Taylor, Alisson McGirr, Celia Massingham, dan lainnya.
Baca juga : Ponorogo Undang Decak Kagum Publik Australia
Duta Besar Australia untuk Indonesia Gary Quinlan menyambut baik FSAI. Gelaran ini memberikan kesempatan menikmati film pilihan secara gratis. “Warga Australia dan Indonesia berbagi kecintaan terhadap karya visual, terutama film,” kata Dubes Quinlan dalam pembukaan FSAI.
Film dokumenter tentang salah satu seniman penduduk asli Australia yang paling terkenal, Gurumul, juga akan ditampilkan. Sutradara dan penulis film dokumenter tersebut, Paul Damien Williams, akan menghadiri festival dan menyapa penggemar film di Jakarta dan Mataram dengan dukungan dari mitra berkelanjutan festival ini, Qantas. Judul-judul film Australia lainnya, termasuk drama keluarga Storm Boy, film thriller fiksi ilmiah Alien Occupation, dan film fitur dokumenter tentang paduan suara perempuan penduduk asli Australia The Song Keepers.
Baca juga : Kementerian Pertanian: Produksi Di Dalam Negeri Pada Awal Tahun Berlimpah
Selain film buatan sineas Negeri Kanguru, ada juga film karya anak bangsa yang diputar di FSAI. Penonton berkesempatan untuk menonton film pemenang penghargaan, The Seen and Unseen karya Kamila Andini. Serta ‘Ada Apa Dengan Cinta’ dan ‘Ada Apa Dengan Cinta 2’ produser Mira Lesmana. Ikut hadir dalam pembukaan FSAI, Mira Lesmana mengaku senang filmnya bisa masuk daftar film yang ditayangkan.
“Bangga bisa ikutan. Ini event penting untuk menambah keakraban Indonesia dengan Australia,” ujar Mira Lesmana. Berbagai jenis film yang ditawarkan juga dinilai bisa merangkul banyak lapisan penonton. “Ada drama keluarga, dokumenter dan science fiction. Bisa ditonton bersama keluarga dan teman,” lanjutnya.
Baca juga : Seniman Indonesia Tampil Dalam Pameran Seni Australia
FSAI 2019 didukung Australia now ASEAN, inisiatif Pemerintah Australia untuk merayakan inovasi, kreativitas, dan gaya hidup Australia di Asia Tenggara sepanjang 2019. Tiket untuk semua pemutaran film tersedia secara gratis di fsai2019.eventbrite.com.[DAY]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.