Sebelumnya
Keputusan pengandangan Boeing 737 Max 8 yang dilakukan AS dan Kanada, juga turut diperkuat oleh laporan Ethiopian Airlines yang menyebutkan, satu dari dua pilotnya melaporkan "masalah kontrol penerbangan" ke pengawas lalu lintas udara pada Minggu (11/3), beberapa menit sebelum pesawat tersebut jatuh.
Pilot tersebut juga mengatakan ingin kembali ke Bandara Internasional Bole di Addis Ababa. Pengawas penerbangan mengizinkan pilot untuk melakukannya, tiga menit sebelum kontak terputus.
Baca juga : Malaysia Akhirnya Ikut Kandangin Boeing 737 MAX 8
Temuan lainnya menunjukkan, kejadian nahas tersebut mungkin saja dipicu oleh masalah penanganan pesawat dan sistem kontrol penerbangan yang terkomputerisasi. Tak ada indikasi yang mengarah ke terorisme, atau campur tangan pihak lain dalam fungsi pesawat yang masih terbilang baru.
Pihak berwenang juga menemukan fakta bahwa tragedi Lion Air turut dipicu oleh sistem kontrol penerbangan yang baru. Ada kekhawatiran bahwa pilot tak dapat menangani pesawat, jika mendapat sinyal yang kurang akurat dari instrumen penerbangan utama.
Baca juga : 10 Negara Ini Sudah Kandangkan Boeing 737 Max 8
737 Max adalah jet terlaris Boeing, yang diharapkan menjadi kontributor utama laba dengan pemesanan sekitar 5.000. Tragedi Ethiopian Airlines menyebabkan saham Boeing jatuh sekitar 13 persen pekan ini. [HES]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.