Sebelumnya
Melihat klaim kemenangan kedua capres yang begitu kuat, ada prediksi pilpres AS ini akan berakhir di Supreme Court atau Mahkamah Agung, bukan di Mahkamah Konstitusi (MK).
Untuk RI, Trump Apa Biden?
Tadi malam, Trump ngariung di Gedung Putih menunggu hasil pilpres. Sedangkan Biden memilih menunggu sambil jagain markas. Nah, sambil menunggu hasil final pilpres AS, kita perlu bicara yang lain, apa sih dampaknya bagi RI kalau Trump yang menang lagi, atau Biden yang unggul?
Pengamat masalah Internasional, Prof Tjipta Lesmana punya analisis tajam. Kata dia, Trump atau Biden itu ada plus minus buat RI. Partai Republik yang jadi kendaraan Trump, kata Tjipta, selalu pragmatis, selalu memilih mana yang untungkan AS. “Indonesia akan terseret untuk melaksanakan kepentingan AS jika Trump lagi yang menang, terutama dia akan mengajak RI untuk konfrontasi dengan China,” kata Tjipta.
Baca juga : Tidak Ada Korban WNI Dalam Insiden Penusukan Di Nice Prancis, Tiga Tewas
Sebaliknya, tegas Tjipta, jika Biden yang menang, maka isu HAM akan dikibarkan. “Prabowo akan tamat, peristiwa penculikan aktivis mahasiswa 1997-1998 pasti dikorek lagi, Biden takkan dukung Prabowo Presiden RI 2024,” ujar Tjipta mengaitkan dampak kemenangan Biden langsung ke kans Menhan Prabowo yang digadang-gadang akan jadi capres di 2024.
Padahal, Prabowo baru-baru ini dari AS memenuhi undangan Menhan AS Mark Esper. Kedatangan Prabowo ke AS sempat heboh karena berpuluh-puluh tahun Prabowo tak mendapat visa dari AS. “Kalau Biden menang, Menhan AS yang senang ke Prabowo itu, pasti dicopot kan,” katanya.
Tjipta juga menganalisis, jika Biden menang, maka ketegangan dengan China bisa diperlunak. “Karena Menlu AS Mike Pompeo juga pasti dicopotkan,” ujar Tjipta.
Tapi, Tjipta menilai RI rugi kalau perang dagang AS Vs China diperlunak, karena selama ini pertarungan itu menguntungkan bisnis RI.
Baca juga : Biden ke Trump: Bisa Diam Nggak!
Analisis soal pertarungan Trump vs Biden dan dampaknya bagi RI juga disampaikan Dosen Hubungan Iternasional Universitas Padjadjaran, Teuku Rizasyah. Kata dia, memang banyak yang memperkirakan kalau Biden terpilih, ia pasti akan meributkan HAM, perubahan iklim, dan demokrasi. Alasannya, Biden dari Partai Demokrat, sementara Trump dari Republik. Garis politik kedua partai ini memang berbeda.
Namun, menurut dia, siapa pun capres yang terpilih, hubungan kerja sama AS dan Indonesia tak akan terganggu. Menurut dia, banyak aktor yang terlibat dalam sebuah kerja sama bilateral. Apalagi, cakupan kerja sama ini sangat luas. “Jadi siapa pun Presidennya, Amerika akan membutuhkan kerja sama dengan Indonesia. Apalagi dua negara sama-sama negara demokrasi,” kata Teuku, kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.
Dia juga mengatakan, Amerika tak akan sembarangan mempersoalkan demokrasi, HAM dan perusakan lingkungan, jika memang negara kita tidak melakukan kesalahan serius. “Selama kita menjalankan demokrasi dengan serius dan melakukan penegakan hukum kepada perambah hutan misalnya, Amerika tak akan ikut campur,” pungkasnya.
Bagaimana tanggapan Gerindra mengenai analisis Prabowo terancam jika Biden yang menang? Politikus Partai Gerindra, Andre Rosiade tak mau berkomentar banyak soal rumor Prabowo akan mendapat dukungan dari AS untuk nyapres jika Trump menang. Dan sebaliknya, jika Biden yang menang.
Baca juga : AHY Ingin Menang, Tapi Rakyat Tetap Selamat
Menurut dia, pilpres 2024 masih lama. Empat tahun lagi. Apalagi, Gerindra belum memutuskan siapa calon yang akan diusung nanti.
Dia memastikan, apa yang ada di pikiran Prabowo saat ini adalah mengatasi wabah pandemi dan ekonomi yang masuk jurang resesi. “Tugas Pak Prabowo bersama pemerintah sekarang menyelamatkan ekonomi agar tidak terus tenggelam di jurang resesi,” ujarnya. [BCG]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.