Sebelumnya
Aksi bar-bar massa pendukung Trump itu untuk memprotes Kongres karena mengesahkan kemenangan Presiden terpilih Joe Biden. Dalam insiden itu, empat tewas, 52 orang ditahan.
Sebelumnya, Trump menyerukan pendukungnya untuk memprotes kekalahannya dalam pemilihan presiden 3 November lalu. Taipan properti itu telah berulang kali dan tanpa dasar mengklaim bahwa pemilihan curang.
Baca juga : Dapat Bantuan Dari Sabam Sirait, Para Perawat Senang Dan Terharu
Maskapai Berhati-hati
Gara-gara aksi massa Trump di Gedung Putih, Maskapai penerbangan AS, American Airlines dan Delta Air Lines bekerja sama dengan aparat penegak hukum bandara di Washington DC memastikan keselamatan para pelancong dan pekerja.
Baca juga : Paslon Dan Penyelenggara Pilkada Kudu Kreatif
“Maskapai tidak akan menyajikan alkohol dalam penerbangan ke dan dari daerah itu,” papar seorang Juru Bicara American Airlines dikutip Reuters, Kamis (7/1).
Komentar itu menyusul laporan penumpang yang tidak patuh dalam penerbangan ke Washington DC pada Selasa (5/1) menjelang serbuan ke US Capitol.
Baca juga : Rossi Absen Dua Seri, El Diablo Pede Juara Dunia
Presiden Asosiasi Awak Penerbangan (CWA), Sara Nelson yang mewakili pekerja di 17 maskapai penerbangan mengatakan, para pengunjuk rasa seharusnya tidak diizinkan meninggalkan wilayah Washington dengan penerbangan komersial setelah menunjukkan perilaku yang mengancam. [DAY]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.