Sebelumnya
Arry juga menyoroti konflik AS dan China terkait Laut China Selatan. Menurutnya, Indonesia berpeluang menjadi mediasi kedua negara raksasa itu.
“Ini tak lepas dari kebijakan politik luar negeri Indonesia yang bebas-aktif,” jelasnya.
Penuturan senada juga disampaikan Pakar Hubungan Internasional (HI) dari Bina Nusantara University dan Direktur Eksekutif Centre for Business and Diplomatic Studies (CBDS) Tirta Nugraha Mursitama. Menurutnya, saat ini Biden tak mengutamakan kebijakan luar negeri.
Baca juga : Kemenag Pastikan Wakaf Uang Diinvestasikan Ke Produk Syariah
“Biden akan terlebih dulu fokus membenahi urusan dalam negeri ketimbang luar negeri,’’ katanya.
Tirta menilai, fokus internal Biden tercermin dari objektif yang berupaya dicapainya selama 100 hari pertama menjabat. Dalam program 100 hari Biden, Tirta mencatat ada dua poin utama. Yakni, penanganan Covid-19, termasuk pengetatan penggunaan masker. Serta memperbaiki ekonomi domestik dengan paket stimulus.
Tirta memaparkan sejumlah faktor penentu kebijakan di era Biden. Platform politik Partai Demokrat menjadi faktor pertama. Dia bilang, sistem politik AS ditentukan oleh lembaga yang bersaing di dalam pemerintahan.
Baca juga : Ucapkan Selamat Ke Biden, Jokowi Ajak Perkuat Hubungan Kemitraan
“Biden pun perlu mendapatkan dukungan besar dari Republikan. Ini menjadi pekerjaan rumah yang penting baginya,” papar Tirta.
Faktor kedua adalah pandangan pribadi Biden terkait kebijakan luar negeri AS. Dalam sebuah artikel opini bertajuk “Why America Must Lead Again” di Foreign Affairs pada Maret 2020, Biden memaparkan pandangannya terkait arah kebijakan luar negeri jika dia menjabat.
Menurut Tirta, pemikiran politik luar negeri Biden sudah matang. Dan hubungannya dengan beberapa pemimpin dunia pun baik. Dia punya banyak modal dan merupakan globalist.
Baca juga : Pemerintah Telah Salurkan Bantuan Warga Terdampak Bencana Alam Ke Sejumlah Daerah
“Tidak mungkin bagi negara besar seperti AS untuk memainkan peran global kuat tanpa ditopang kekuatan domestik. Dan, hal ini sudah dipikirkan Biden,” tandasnya. [PYB]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.