Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kunjungi Indonesia Dan Tekan MoU
Menlu Turki Perkuat Kerja Sama Ekonomi
Rabu, 23 Desember 2020 05:09 WIB

RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Luar Negeri (Menlu) Turki Mevlut Cavusoglu tengah berkunjung ke Indonesia. Dalam pertemuannya dengan Menlu Retno LP Marsudi kemarin, keduanya membahas kerja sama di bidang diplomatik dan perdagangan.
Pada pertemuan itu, Retno dan Cavusoglu juga menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) tentang Kerja Sama Peningkatan Kapasitas Diplomatik.
“Nota Kesepahaman ini akan semakin memperkuat kemitraan Indonesia dan Turki, serta membangun kapasitas diplomatik para diplomat kedua negara,” ujar Retno dalam konferensi pers virtual bersama Cavusoglu di Jakarta, kemarin.
Baca juga : Pebulutangkis Indonesia Siap Tarung Di 3 Turnamen Di Bangkok
Cavusoglu lalu menambahkan, kemitraan itu termasuk untuk pelatihan dan pertukaran diplomat. “Karena pada dasarnya, Indonesia dan Turki memiliki kesamaan pandangan dalam menyikapi isu-isu global,” ujarnya.
Lebih lanjut, keduanya mengumumkan rencana kunjungan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ke Indonesia tahun depan. Itu merupakan kunjungan balasan Presiden Erdogan terhadap kunjungan Presiden Jokowi ke Ankara pada 2017.
“Kunjungan ini akan menandai peningkatan hubungan Indonesia-Turki ke tatanan yang baru,” kata Retno.
Baca juga : 70 Tahun Hubungan Diplomatik, Indonesia-Iran Tingkatan Kerja Sama Bilateral
Sebab, dalam kunjungan tersebut, akan dijajaki pembentukan Dewan Strategis Tingkat Tinggi (High-Level Strategic Council). Dewan ini akan menjadi forum bagi para pemimpin kedua negara untuk membahas secara regular berbagai isu strategis.
Cavusoglu menambahkan, hubungan yang akrab antara Presiden Erdogan dan Jokowi menghasilkan kerja sama kedua negara di berbagai bidang. Mulai dari ekonomi, hingga industri pertahanan.
Khusus dalam bidang industri pertahanan, lanjutnya, Turki telah berinvestasi besar dan menghasilkan produk yang berkualitas baik dan dengan harga kompetitif.
Baca juga : BI Dan Bank Of Thailand Perkuat Kerja Sama Penggunaan Mata Uang Lokal
Indonesia dan Turki juga sepakat melanjutkan perundingan Indonesia-Turkey Comprehensive Economic Partnership Agreement (IT–CEPA). Harapannya, perundingan ini selesai tahun depan.
Cavusoglu menekankan, kerja sama perdagangan kedua negara bisa digenjot, karena saat ini masih berkisar 1,5 juta dolar AS atau Rp 21,4 miliar. Angka ini, kata dia, sangat kecil bila dibandingkan dengan total populasi kedua negara yang mencapai 350 juta orang.
Masih menurut Cavusoglu, kedua negara sepakat untuk meningkatkan investasi di Turki dan Indonesia. “Perusahaan Turki sangat tertarik berinvestasi di Indonesia meski ada pandemi,” ujarnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya