BREAKING NEWS
 

Pasien Corona Melonjak

Eropa Lockdown Lagi

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Senin, 29 Maret 2021 05:16 WIB
Ilustrasi. Foto udara menunjukkan jalanan Champs Elysee Avenue yang sepi di Paris saat lockdown untuk memperlambat penyebaran penyakit coronavirus (COVID-19) di Prancis, Jumat, 3 April 2020. (Foto : REUTERS/Pascal Rossignol)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sejumlah negara di Eropa kembali menerapkan lockdown untuk beberapa pekan ke depan. Kebijakan ini diambil merespons meningkatnya penularan Covid-19 sekaligus mencegah mobilitas warga pada libur Paskah pada pekan ini.

Libur Paskah berpotensi diman­faatkan warga untuk bertemu kelu­arga. Karena itu, otoritas di Benua Biru meyakini kebijakan lockdown sebagai keputusan tepat.

“Kita berada pada awal gelombang ketiga di Eropa, dan di banyak negara anggota Eropa, penularan meningkat lagi,” kata Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen setelah pertemuan puncak para pemimpin Uni Eropa secara virtual.

Baca juga : Barcelona Vs Real Sociedad, Empat Poin Lagi Menuju Puncak

Belanda, salah satu negara yang menerapkan lockdown. Pemerintah Negeri Kincir An­gin itu memperpanjang lock­down hingga 20 April menda­tang. Perdana Menteri Belanda Mark Rutte menjelaskan, lock­down diperpanjang karena meningkatnya jumlah kasus infeksi Covid-19 dan rawat inap di ru­mah sakit.

“Jumlah pasien yang menda­pat perawatan intensif semakin meningkat. Gelombang ketiga mulai terlihat. Oleh karena itu, paket tindakan lockdown saat ini diperpanjang,” ujar Rutte dikutip Bloomberg, kemarin.

Institut Nasional untuk Kesehatan Masyarakat dan Ling­kungan Belanda mengatakan, pada Selasa pekan lalu, 46.005 orang positif Covid-19. Selama periode 17 hingga 23 Maret, pasien positif naik 16 persen dari pekan sebelumnya.

Baca juga : Sekjen Demokrat Ajak Warga Laporkan Aktivitas Ilegal

Jerman juga menerapkan ke­bijakan serupa. Kanselir Angela Merkel mengumumkan, Jer­man kembali lockdown karena adanya lonjakan baru penderita Covid-19. Jerman meminta warganya untuk tidak berpergian selama libur Paskah.

“Situasinya serius. Jumlah kasus meningkat secara eksponensial dan tempat tidur perawatan intensif terisi lagi,” ungkap Merkel.

Adsense

Di Eropa, Polandia, tercatat mengalami jumlah kasus harian terbanyak sejak November 2020. Hal itu membuat Pemerintah Polandia memaksa tutup toko-toko dan fasilitas non-esensial, selama tiga pekan.

Baca juga : Ghosting Menerpa Banowati

Toko-toko non-esensial juga tutup di Ibu Kota Ukraina, Kiev. Hanya pasar makanan yang diper­bolehkan buka. Sementara itu, sekitar sepertiga populasi Prancis, di Paris dan beberapa kawasan lain di sebelah utara dan selatan negara itu, telah melakukan lock­down sejak 19 Maret lalu.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense