RM.id Rakyat Merdeka - Hari ini, pemerintah Malaysia mengumumkan rencananya untuk memperketat aturan lockdown (MCO), termasuk pengetatan berbagai sektor ekonomi dan sosial.
Detil aturan mengenai hal tersebut, akan diumumkan Menteri Senior Pertahanan Ismail Sabri Yaakob dalam konferensi pers, Sabtu (22/5) besok. Selepas pertemuan dengan Dewan Keamanan Nasional, lembaga negara yang berwenang memutuskan aturan Covid, dan dipimpin oleh Perdana Menteri Muhyiddin Yassin.
Baca juga : Cetak Rekor, Kasus Covid Harian Malaysia Kembali Tembus 6.000
Keputusan untuk mengetatkan aturan lockdown itu diambil, setelah Malaysia membukukan rekor 6.806 kasus harian Covid dan 59 angka kematian pada Kamis (20/5).
Jumat (21/5), jumlah kasus positif masih di atas 6.000. Persisnya, 6.493 dengan 50 angka kematian.
Baca juga : Kasus Korupsi Jasindo, KPK Tetapkan Dua Tersangka
Saat ini, Malaysia tengah menjalani lockdown nasional kedua selama 4 minggu. Dalam situasi ini, sebagian besar pabrik masih beroperasi. Pekerja kantor pun masih banyak yang bekerja seperti biasa.
Mal-mal tetap buka, meski makan di tempat tidak diizinkan. Hanya melayani takeaway atau pesanan dibawa pulang, dan order online.
Baca juga : Masuk Timnas, Kiper Muda Persib Ini Diramal Bakal Bersinar
Pengetatan aturan lockdown selama dua minggu, rencananya akan diberlakukan di beberapa daerah di negara bagian Perak, Kelantan, Pahang, Sabah, Sarawak, dan di sejumlah daerah di wilayah federal Kuala Lumpur, yang terdampak kasus Covid-19 cukup parah. [HES]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.