BREAKING NEWS
 

NATO Juga Pindahkan Staf Uni Eropa

Taliban Kepung Kabul, AS Evakuasi Diplomatnya Pakai Helikopter

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Minggu, 15 Agustus 2021 19:25 WIB
Evakuasi diplomat AS dari Kabul, Afghanistan pada Minggu (15/8), menyusul dominasi Taliban yang kian menguat di negara tersebut. (Foto: AP)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Amerika Serikat (AS) kini sibuk mengevakuasi para diplomatnya di Ibu Kota Afghanistan, Kabul dengan menggunakan helikopter, Minggu (15/8). Menyusul dominasi Taliban yang semakin menguat di wilayah Kabul.

"Taliban telah mengepung kami," kata seorang pejabat senior kepada Reuters, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut, Minggu (15/8).

Lewat cuitan Twitter, Istana Kepresidenan Afghanistan mengatakan, tembakan terdengar di sejumlah titik di Kabul. Bekerja sama dengan mitra internasional, pasukan keamanan pemerintah mati-matian mempertahankan kota itu.

Pemerintah AS bergerak cepat menghadapi situasi mengkhawatirkan ini. Para diplomat dievakuasi dari kedutaan di distrik Wazir Akbar Khan, menggunakan helikopter.

Baca juga : MAKI: Jaksa Agung Lakukan Disparitas Penegakan Hukum

Sekitar 5 ribu tentara dikerahkan untuk membantu evakuasi itu. Sementara anggota tim inti AS, mengarahkan dari bandara Kabul.

Sedangkan pejabat Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) mengaku telah memindahkan staf Uni Eropa ke lokasi yang lebih aman dan rahasia.

Adsense

Kepada Reuters, seorang pejabat Taliban mengatakan, pihaknya tak mau pengalihan kekuasaan itu memunculkan jatuhnya korban jiwa. 

Masuknya Taliban ke Kota Kabul, jauh lebih cepat dari perkiraan intelijen AS. Sebelumnya, mereka mengira ibu kota negara itu akan dikepung dalam waktu 30 hari, dan jatuh ke tangan milisi dalam waktu 90 hari.

Baca juga : 4 Pekerja Bangunan Tewas Diserang KKB, Jenazah Dievakuasi Pakai 4 Heli

Sejauh ini, Taliban telah menguasai 23 dari 34 provinsi di Afghanistan.

Minggu (15/8) pagi, pasukan Taliban sukses  merebut kota timur Jalalabad tanpa perlawanan.

"Tidak ada bentrokan yang terjadi saat ini di Jalalabad karena gubernur telah menyerah kepada Taliban," kata seorang pejabat Afghanistan yang berbasis di Jalalabad seperti dilansir Reuters dan AFP, Minggu (15/8/).

"Membiarkan Taliban adalah satu-satunya cara untuk menyelamatkan nyawa warga sipil." imbuhnya.

Baca juga : Untuk Pulihkan Ekonomi Di Era Pandemi, Pemulihan Kesehatan Kudu Diprioritaskan

Taliban menguasai kota Jalalabad pada Minggu (15/8), hanya beberapa jam setelah merebut kota di sisi utara Mazar-i-Sharif. [HES]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense