BREAKING NEWS
 

Taliban Rebut Makin Banyak Wilayah

Pengungsi Afghanistan Bakal Banjiri Indonesia..

Reporter : PAUL YOANDA
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Senin, 16 Agustus 2021 05:20 WIB
Helikopter Chinook milik Amerika Serikat (AS) terbang di atas Kedutaan Besar AS di Kabul, Afghanistan, Minggu, 15 Agustus 2021. Helikopter mendarat saat kendaraan diplomatik meninggalkan kompleks Kedubes AS di tengah proses evakuasi. (Foto : AP/Rahmat Gul),

 Sebelumnya 
Sementara, mantan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Hamid Awaludin menilai, ada konsekuensi jika Taliban berkuasa di Afghanistan. Salah satunya adalah eksodus pengungsi. Apalagi, Indonesia menampung pengungsi Afghanistan sampai sekarang.

“Jadi akan ada eksodus pengungsi besar-besaran. Kendati Taliban menjamin tidak akan ada kekerasan, tapi warga trauma,” ujar Hamid.

Mantan Dubes Indonesia untuk Rusia itu menambahkan, pada masa kekuasaan sebelumnya, Taliban mudah digoyang dalam isu ekonomi. Sekarang China bisa jadi back up dalam bidang tersebut. Karena saat ini, China jadi salah satu negara yang kuat dalam bidang ekonomi.

Baca juga : Tidur Di Pinggir Jalan, Stok Makanan Habis, Please Help

Hamid menambahkan, peluang ekonomi seperti itu juga harus dimanfaatkan Indonesia. Apalagi, menurut Hamid, Taliban memiliki semacam utang budi pada Indonesia. “Peluang Indonesia berperan di sana sangatbesar kalau Taliban berkuasa. Mereka bisa mempercayaikita,” ucapnya.

Tanpa Perlawanan

Taliban telah mengusai 23 dari 34 Ibu Kota provinsi di Afghanistan. Pusat pemerintahan di kabul diperkirakan akan mudah dijatuhkan.

Baca juga : Taliban Kian Menggila, Trump Semprot Biden

Pada Minggu (15/8), para milisi Taliban berhasil mengambil alih kendali Jalalabad, kota utama di timur Afghanistan, tanpa perlawanan.

Pada Sabtu pagi waktu setempat (14/8), Taliban menyerbu Jalalabad, ibu kota provinsi Nangarhar, tanpa ada tembakan senjata perlawanan.

“Tidak ada bentrokan yang terjadi di Jalalabad karena gubernur telah menyerah kepada Taliban,” kata seorang pejabat setempat kepada kantor berita Reuters. [PYB]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense