Dark/Light Mode

Rebut Belasan Wilayah Di Afghanistan

Taliban Kian Menggila, Trump Semprot Biden

Sabtu, 14 Agustus 2021 05:20 WIB
Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump (kiri) dan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden. (Foto : Istimewa).
Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump (kiri) dan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden. (Foto : Istimewa).

RM.id  Rakyat Merdeka - Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump prihatin dengan makin kuatnya Taliban, kelompok pemberontak di Afghanistan. Menurutnya, kondisi itu terjadi buah dari kekeliruan Negeri Paman Sam dalam mengambil kebijakan.

Trump dengan tegas menyalahkan Presiden Joe Biden atas kondisi saat ini di Afghanistan. Taliban kini makin banyak menguasai provinsi di negeri tersebut.

Menurut Trump, penarikan tentara AS dari Afghanistan akan lebih sukses jika dirinya masih menjadi presiden.

Baca juga : Presiden Afghanistan Cari Bantuan Panglima Perang

“Jika saat ini saya masih jadi presiden, dunia akan melihat penarikan pasukan AS dari Afghanistan akan menjadi langkah yang dilakukan berdasarkan kondisi,” klaim Presiden ke-45 AS itu dalam pernyataan, Kamis (12/8).

“Ini akan menjadi penarikan pasukan yang jauh berbeda dan lebih berhasil. Dan Taliban tidak akan berani melakukan hal yang seperti ini jika saya masih memimpin,” lanjutnya.

Di bawah kepemimpinan Trump, AS menengahi kesepakatan damai antara Afghanistan dan Taliban di Doha, Qatar, pada 2020.

Baca juga : Pinangki Masih Sakti

Dalam pertemuan itu, AS sepakat menarik semua pasukannya per Mei 2021 dengan imbalan jaminan keamanan dari milisi Taliban.

Taliban juga berjanji berdialog damai dengan Pemerintah Afghanistan dan tidak melakukan penyerangan. Taliban juga dituntut tidak mendukung kelompok-kelompok seperti Al-Qaeda.

Sejak perjanjian itu disepakati, Trump secara tajam memangkas jumlah pasukan AS di Afghanistan. Pengurangan pasukan AS terus berlanjut terutama setelah Trump kalah pemilu November 2020.

Baca juga : Rashford: Saya Minta Maaf Mengecewakan Semua Tim

Ketika Biden menjadi Presiden AS, ia menunda batas waktu penarikan pasukan AS hingga 31 Agustus. Penundaan dimaksudnya untuk meninjau kebijakan tersebut.

Saat pasukan AS dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) mulai ditarik dari Afghanistan pada Mei lalu, Taliban kembali melakukan penyerangandan berusaha menduduki kota-kota besar di negara itu.

Hingga kini, Taliban telah menguasai 12 dari 34 provinsi di Afghanistan. Pemerintahan Presiden Ashraf Ghani secara efektif kehilangan daerah kekuasaan di sebagian besar daerah utara dan barat Afghanistan.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.