BREAKING NEWS
 

Manuver Kamala Harris Dicurigai China

AS Mau Pecah Belah Asia Tenggara, Yakin?

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Kamis, 26 Agustus 2021 06:20 WIB
Wapres Kamala Harris (kiri) dan Wapres Vietnam Vo Thi Anh Xuan di Istana Kepresidenan,Hanoi, Vietnam, Rabu (25/8).

 Sebelumnya 
“Kami tahu bahwa China selalu memaksa, mengintimidasi, dan mengklaim sebagian besar Laut China Selatan. Klaim yang melanggar hukum ini telah di­tolak oleh putusan pengadilan arbitrase 2016,” ungkap Harris dalam pidatonya di Singapura, seperti dikutip Reuters.

Sampai saat ini, China masih mempertahankan klaim atas se­bagian besar perairan Laut China Selatan melalui Sembilan Garis Putus-putus yang dibuatnya. Garis-garis khayal tersebut turut menyinggung wilayah Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Vietnam.

Baca juga : Pimpinan KPK Sekarang Belum Beres Dengan Urusan Dirinya

Usai berkunjung ke Singapura, Harris melanjutkan turnya ke Vietnam, Rabu (25/8). Kedatangannya ke Hanoi sempat tertunda karena Kedutaan Besar AS di Vietnam mendeteksi ancaman gangguan kesehatan, sindrom Havana, yang bisa menyerang Harris.

Di tengah penundaan, Perdana Menteri Vietnam Pham Minh Chinh dan duta besar China untuk Vietnam mengadakan pertemuan yang tidak diumumkan sebelumnya.

Baca juga : PKS Usulkan Tutup Perbatasan

Melansir Reuters, Chinh mengatakan, Vietnam tidak memi­hak dalam kebijakan luar negeri. Duta Besar China menjanjikan sumbangan 2 juta vaksin Covid-19 selama pertemuan tersebut.

China adalah mitra dagang terbesar Vietnam. Negara yang dijuluki Negeri Paman Ho itu sangat bergantung pada bahan dan peralatan dari China untuk kegiatan manufakturnya.

Baca juga : Menteri Syahrul Bersyukur Mampu Pertahankan WTP Kelima Kali

Partai komunis kedua negara juga menjalin hubungan yang sangat dekat selama beberapa dekade. Meski demikian, Vietnam dan China masih terlibat perselisihan mengenai klaim maritim di Laut China Selatan, atau Vietnam menyebut Laut Timur. Hubungan AS-Vietnam juga membaik pasca perang kedua negara ini berakhir pada 1975. Meskipun demikian, AS menetapkan batasan hubungan sampai Vietnam menyelesaikan kasus hak asasi manusia. [DAY]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense