Sebelumnya
Delegasi Uni Eropa bersama perwakilan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kedutaan Besar negara anggota Uni Eropa dan kelompok masyarakat sipil melakukan kegiatan pembersihan pantai di Pulau Damar, Kepulauan Seribu, Jakarta.
Kegiatan bersih-bersih pantai di seluruh Indonesia ini telah diselenggarakan sejak Juli dan akan berlanjut hingga akhir Oktober. Kampanye tersebut mencapai puncaknya pada 18 September, bertepatan dengan Hari Pembersihan Sedunia.
Di puncak kampanye, Uni Eropa menyajikan sesi bincang virtual. Sejumlah pegiat lingkungan dan para ahli pun berbagi pandangan serta tindakan mereka untuk mengatasi sampah plastik dan sampah laut.
Baca juga : Perhutani Gandeng Balitbang Kermbangkan Tanaman Herbal
Pembicara yang dihadirkan antara lain Henriette Faergemann dari Delegasi Uni Eropa, Wijaya Surya, perwakilan Beach Clean Up Jakarta, Tiza Mafira, inisiator gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP), Prof Jamaluddin Jompa dari Universitas Hasanuddin, Ranitya Nurlita perwakilan rumah Millennials.
Kemudian Devrisal Djabumir dari Dream School Aru Island, Hari Kushandarto dari RARE Indonesia, Nur Almira Rahadyan dari Greenation Foundation Indonesia, serta Rifat Muharam dari Misool Foundation.
Acara itu akan diakhiri dengan pengumuman pemenang kompetisi media sosial, yang menampilkan upaya peserta dalam mengurangi sampah plastik.
Baca juga : BUMN Holding Jasa Survei Gelar Vaksinasi, Bangun Komunitas Pancoran Sehat
Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Nani Hendriati menyampaikan, kampanye #eUBeachCleanup mendukung penetapan target nasional penanganan sampah di laut sebesar 70 persen hingga 2025.
Target tersebut dapat dicapai melalui lima strategi utama.Strategi itu, pertama, gerakan nasional peningkatan kesadaran para pemangku kepentingan. Kedua, pengelolaan sampah yang bersumber dari darat. Ketiga, penanggulangan sampah di pesisir dan laut.
Keempat, mekanisme pendanaan, penguatan kelembagaan, pengawasan dan penegakan hukum. Kelima, penelitian dan pengembangan.
Baca juga : Lepas Ratusan Penerima Beasiswa Ke Benua Biru
“Berdasarkan baseline data tahun 2018-2020 dari Tim Koordinasi nasional Penanganan Sampah Laut, selama dua tahun terakhir, melalui berbagai program yang dilaksanakan, kita telah berhasil mengurangi sekitar 15,3 persen sampah laut,” ujar Nani.
Setiap tahun pada September, Uni Eropa menyelenggarakan #eUBeachCleanup. Ini adalah kampanye global untuk mendorong aksi peduli laut dan untuk memerangi sampah plastik di laut.
Tahun ini, dengan tema To-gether to Protect Marine Life, Delegasi Uni Eropa bekerja sama dengan beberapa mitra/penggiat lingkungan di Indonesia untuk meningkatkan kesadaran tentang isu tersebut dan mengajak masyarakat untuk menjaga kehidupan laut. [MEL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.