Sebelumnya
Mengingat, masyarakat mulai panik. Pihak oposisi menyalahkan pemerintah karena dianggap tak mampu menangani krisis BBM.
Mungkinkah krisis di AS dan Inggris bakal menular ke sini? Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira mengatakan, krisis BBM di Inggris akan mempengaruhi harga minyak dan gas internasional, karena terjadi kenaikan permintaan yang tinggi.
Bagi Indonesia, setiap harga minyak mentah dunia naik, tentu menjadi kabar buruk. Karena Indonesia merupakan net importir minyak, dan ini bisa picu kenaikan harga BBM, tarif listrik dan LPG di dalam negeri. Ekspor ke Inggris juga bisa melemah, seiring beberapa industri yang shutdown karena kekurangan supply energi.
Baca juga : Kapolri Tak Bosan Ingatkan Prokes Ketat Dan Vaksinasi
Bhima juga memprediksi, untuk AS, risiko fiskal dan utang bisa merembet ke stabilitas moneter global. Juga berisiko menurunkan prospek pemulihan ekonomi pasca krisis Covid-19.
“Setelah pandemi, ternyata ada krisis utang di banyak negara. Itu artinya, Indonesia mesti waspada transmisi krisis ke negara berkembang dan mitra dagang lainnnya,” ulas Bhima.
Ia berharap kejadian di AS dan Inggris tidak nular ke sini. Meski tidak menutup kemungkinan, apa yang dialami kedua negara tersebut bisa juga menimpa Indonesia.
Baca juga : Bupati Bintan Diduga Kongkalikong Dengan Anggota DPRD Kepri
“Bisa saja. Krisis energi itu nyata, apalagi produksi minyak kita kan terus turun, sementara impornya pakai dolar. Kombinasi berbahaya kalau tidak segera diantisipasi,” urainya.
Jika tidak ingin nular ke sini, Bhima menyarankan, pemerintah perlu melakukan pemetaan risiko ke sektor perbankan dalam negeri. Jika perlu, segera lakukan stress test ke bank, asuransi, dan lembaga keuangan lainnya. Hal ini bertujuan untuk mengukur ketahanan sektor keuangan dari perubahan variabel ekonomi.
Upaya lain yang harus dilakukan pemerintah adalah diversifikasi ekspor. Menurut Bhima, kondisi ini membuat pemerintah perlu melakukan perluasan ke negara selain AS, Inggris, dan China. “Di sinilah perlunya intelijen pasar. Agar info celah ekspor bisa dimanfaatkan oleh pelaku usaha tanah air,” pungkasnya. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.