RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah New Delhi berencana melakukan lockdown. Kebijakan tersebut akan diambil menyikapi memburuknya udara di Ibu Kota Negara India tersebut.
Polusi asap di New Delhi sudah berada di tingkat terparah. Dan dapat membahayakan kesehatan hampir 22 juta populasinya.
Baca juga : Pengamat Ingatkan, Relawan Jangan Seperti Makelar Politik
Berdasarkan data Badan Pengendalian Polusi Pusat, Sabtu (13/11), tingkat polusi di New Delhi adalah 437 dari skala 500 pada Indeks Kualitas Udara.
Mahkamah Agung (MA) merekomendasikan penerapan lockdown di New Delhi dan sejumlah kota besar lainnya selama sepekan ke depan. “Jika tidak, bagaimana kita bisa hidup?” kata Kepala Hakim MA NV Ramana.
Baca juga : Puan Minta Pemerintah Sigap Selamatkan Warga Terdampak Banjir
Menteri Kepala New Delhi Arvind Kejriwal, dikutip Reuters, Minggu (14/11), mengatakan, Pemerintah New Delhi akan mempertimbangkan rekomendasi MA. Ia akan berkonsultasi dengan para pemangku kepentingan.
“Lockdown karena polusi tak pernah terjadi sebelumnya. Ini merupakan langkah ekstrem,” ujar Kejriwal.
Baca juga : Warga Jakarta Diminta Sabar
Kejriwal memastikan aktivitas konstruksi akan dihentikan selama empat hari ke depan untuk mengurangi debu. Sekolah akan ditutup selama sepekan, mulai Senin (15/11), agar anak-anak tak harus menghirup udara berpolusi.
Selain itu, kantor-kantor pemerintahan akan diminta beroperasi dari rumah. Bisnis-bisnis swasta disarankan tetap menerapkan bekerja dari rumah sebisa mungkin.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.