BREAKING NEWS
 

Tantangan Global Umat Masa Depan (18)

Kekuatan Globalisasi Islam

Kamis, 16 Juni 2022 06:44 WIB
Nasaruddin Umar
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Kalangan ahli sejarah menilai, bahwa Islam adalah agama yang paling cepat mengglobal. Mengapa?

Mengapa Islam begitu gampang menembus batas geografis dan merasuk ke dalam lapis-lapis budaya masyarakat lokal? Mengapa Islam digemari kaum muda? Ajaran Islam ba­gaikan punya kekuatan batin, sehingga membuat sasaran-sasarannya tidak kuasa menolaknya.

Baca juga : Mengenalkan Divine Job

Bukan hanya gagasannya masuk akal, tetapi juga mudah menembus lapis-lapis batin masyarakat. Apabila ’stelsel’ Islam bersentuhan dengan suatu negeri, serta merta negeri itu respek dan merelakan diri tunduk di bawah spirit per­adaban baru Islam.

Penetrasi Islam ke dalam lingkup peradaban lokal dan universal begitu cepat, karena substansi ajaran Islam bersi­fat universal dan seolah tidak menimbulkan ancaman bagi kekuatan-kekuatan lokal.

Baca juga : Menguatnya Imigran Muslim Di Negara Maju

Dengan kata lain, Islam tidak menimbulkan ancaman terhadap pusat-pusat kerajaan dan pemerintahan setempat. Kalaupun ada, maka itu memang sejalan dengan nilai-nilai luhur lokal mereka. Di antara asas-asas peradaban dan ke­budayaan Islam itu ialah sebagai berikut:

Al-Ikha, yaitu menjunjung tinggi rasa persaudaraan kema­nusiaan antara para pendatang dan penduduk lokal. Program al-ikha’ ini dicontohkan Nabi ketika hijrah ke Madinah. Laki-laki pendatang (muhajirin) dinikahkan dengan perem­puan pribumi (anshar).

Baca juga : Memahami Hidup Dan Matinya Sebuah Rezim Dalam Al-Qur`an (1)

Demikian pula sebaliknya, laki-laki anshar dinikahkan dengan perempuan muhajirin. Akibatnya, tercipta pembau­ran genetik yang dampaknya sangat strategis secara psikolo­gis sangat penting. Generasi penerus kedua kelompok tidak direpotkan lagi dengan isu pribumi dan pendatang, karena terjadi pembauran utuh antara keduanya.

Adsense

2) Al-Tawassuth, yaitu ajaran Islam menganut ajaran jalan tengah, yakni tidak terlalu ketat tetapi juga tidak terlalu longgar. Atau menurut istlah Al-Qur’an tidak al-magdhub dan tidak juga al-dhalalin, tetapi shirath al-mustaqim, jalan lurus, tidak zigzag dan tidak fluktuatif.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense