Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Tidak dapat dipungkiri bahwa pengaruh para sarjana muslim (muslim scholars) di AS sangat besar. Sejumlah nama besar Professor Islamic Studies terkemuka memberi pengaruh sangat kuat terhadap komunitas muslim di AS maupun terhadap para alumninya yang kembali ke negerinya masing-masing.
Apa yang dilakukan oleh sejumlah Professor terkemuka di AS ternyata begitu besar pengaruhnya terhadap penciptaan moderasi muslim di dalam negeri AS maupun negara-negara lainnya. Salahsatu contohnya ialah Prof. Sayyed Hussen Nasr (1993-sekarang), seorang kelahiran Iran yang kini masih hidup dan mengajar di Washington University, dengan spesialisasi pemikiran Islam.
Ia mempunyai banyak murid yang hebat dan kini banyak dilibatkan sebagai dosen di sejumlah Perguruan Tinggi terkemuka di AS. Ia juga telah membimbing sejumlah doktor yang kemudian menjadi sarjana Islamolog terkemuka di negerinya. SH Nasr banyak menulis buku dan buku-buku itu telah diterjemahkan ke berbagai bahasa dunia, termasuk bahasa Indonesia.
Baca juga : “US Is The Second Mecca”
Tidak kurang dari lima judul bukunya yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Di antaranya yang amat terkenal ialah Ideals and Realities of Islam, diterjemahkan oleh Abdurrahman Wahid (Gusdur) ketika ia baru saja kembali ke Indonesia setelah melaksanakan pengembaraan intelektual di Timur Tengah dan di Eropa. SH Nasr banyak memberikan pencerahan tentang Islam.
Siapapun yang membaca buku-bukunya, apalagi mengikuti kuliah-kuliahnya pasti terkesima dengan uraian-uraiannya yang amat logik dan penuh penjiwaan. Tidak heran jika kehadiran SH Nasr ke luar negeri selalu disambut hangat. Orangnya sangat lembut dan kelihatan sekali sangat tawadhu. Tidak heran jika ia selalu tampil bagaikan mahnit, selalu dikerumuni para penggemarnya.
Nama lain yang amat terkenal ialah Ismail Ragi Al-Faruqi (1921-1986). Ia adalah keturunan Palestina kemudian melanjutkan studinya di Harvard University kemudian mengajar di sejumlah universitas terkemuka. Ia menjadi salahsatu icon pemikir muslim di AS yang berpengaruh luas bukan hanya di AS tetapi di dunia Islam. Ia juga sangat produktif menulis dan buku-bukunya banyak diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa dunia, termasuk bahasa Indonesia.
Baca juga : Politik Imigrasi dalam Dunia Islam dan AS
Ia juga pernah mengajar di Mc Gill University, Montreal, Canada kemudian kembali ke AS. Pemikirannya yang sangat moderat dan rasional membuat banyak sarjana di AS dan berbagai belahan dunia datang khusus untuk mendalami pemikiran-pemikirannya. Nama lain yang amat tersohor ialah Fazlur Rahman (1919-1988). Ia lahir di Pakistan dan studynya juga di Pakistan sampai pada saatnya hijrah ke AS menjadi seorang muslim scholars yang dikagumi.
Pendidikannya banyak diselesaikan di Inggeris, khususnya di Oxford University, Inggeris. Sama dengan tokoh-tokoh moderat muslim AS lainnya seperti SH Nasr, dan Ismail Ragi Al-Faruqi, ia sangat gemar membuat terobosan pemikiran. Ia lebih mendekatkan Islam dan AS serta rakyat dan masyarakat As. Ketiga tokoh terkemuka di atas disusul lagi sejumlah tokoh-tokoh baru yang tak lain adalah murid-murid ketiga muslim scolars tersebut.
Para alumni di tempat mereka mengajar, kini sudah melanjutkan dan mempertahankan warisan keilmuan ketiga tokoh tersebut di atas. Murid-murid merekalah yang menjadi pengganti (mursyid) di Perguruan Tinggi lokal di depan para mahasiswa. Para murid-murid mereka di luar negeri, termasuk para pakar Islam seperti Pak Ginandjar, Pak Nurcholish Madjid, Amien Rais, dan Syafi’i Maarif, dll.
Baca juga : Islam Sebagai Agama Publik Di AS
Tiga tokoh terakhir ini masing-masing memiliki lembaga yang amat disegani di Indonesia. Pak Nurcholish Madjid (Cak Nur) mendirikan Paramadina, Syafi’i Ma’arif mendirikan Ma’arif Institut, dan Amien Rais mendirikan Partai Amanat Nasional. Ketiga tokoh ini dan dibantu sejumlah tokoh lain menciptakan moderasi islam Indonesia. ***
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.