BREAKING NEWS
 

Menghemat Politik Identitas (2)

Mengapa Al-Qur`an Menghemat Bicara Politik Identitas?

Minggu, 14 Agustus 2022 06:36 WIB
Nasaruddin Umar
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Menurut al-Zamakhsyari yang dimaksud dengan al-Kitab da­lam ayat kedua di atas ialah bukanlah al-Qur’an, tetapi al-Lauh al-Mahfudz yang ada di langit. Pada ayat kedua, yang dimaksud kata al-Kitab dalam ayat-ayat tersebut tidak mesti berarti al-Qur’an, tetapi boleh al-Lauh al-Mahfuz atau Umm al-Kitab atau ilmu Tuhan. Dalam arti ini al-Kitab mengandung segala-galanya dan memberi penjelasan tentang segala-galanya.

Tetapi kalau al-Kitab diartikan al-Qur’an, maka kata-kata: “Tidak Kami lupakan suatu apapun” berarti “tidak suatu apapun mengenai soal-soal keagamaan.” Tidak Kami lupa­kan didalamnya soal-soal hidayah, yaitu dasar-dasar agama, pegangan-pegangan, hukum-hukum, petunjuk tentang pe­makaian daya jasmani serta daya akal untuk kemaslahatan manusia.” Ulama tafsir lain mengatakan al-Kitab itu men­gandung semua ilmu pengetahuan yang ada di jagat raya ini, namun pendapat ini tidak pernah ditemukan dari kalangan sahabat dan tabi’in ataupun dari ulama salaf.

Baca juga : Al-Qur`an Dan Politik Identitas

Sedangkan ayat ketiga yang menyatakan: ”Kitab itu menjelaskan segala-galanya” menurut Mujahid berarti menjelaskan semua urusan yang berhubungan dengan halal dan haram. Dan menurut al-Zamakhsyari yaitu menerangkan segala-galanya mengenai soal agama, dan itu pun dengan bantuan sunnah Nabi, ijma’, qias, dan ijtihad.

Dari keteran­gan ayat dan mufassir tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa tidak cukup dasar untuk bisa menyebut ada sistem politik dalam Al-Qur’an. Mungkin yang dapat kita katakan bahwa yang ada dalam Al-Qur’an adalah dasar-dasar politik atau etika politik di dalam Al-Qur’an.

Baca juga : Memelihara Kejujuran

Pembatasan Al-Qur’an berbicara tentang politik identitas ternyata mempunyai hikmah yang amat besar. Apa jadinya jika Al-Qur’an berbicara secara detail tentang politik aliran, apalagi dalam era negara bangsa (nation states) seperti saat ini, tentu benturan-benturan antara ajaran Al-Qur’an dengan kearifan dan kebijakan lokal tidak bisa dihindari. Akan tetapi hal ini tidak bisa dikatakan Al-Qur’an tidak berbicara tentang politik praktis. Beberapa ayat di dalam Al-Qur’an sangat tegas memberikan directions tentang etika berpolitk praktis. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense