Tausiah Politik
Sebelumnya
Ia sering mengemukakan di dalam beberapa forum dengan bangga bahwa salah satu bukunya telah diterjemahkan oleh seorang Kepala Negara, Abdurrahman Wahid. Hampir semua buku S.H. Nasr sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan kini banyak menghiasi perpustakaan, khususnya di Perguruan Tinggi Islam di Indonesia.
Beberapa mahasiswa menulis tesis dan disertasi tentang pemikiran S.H. Nasr. Harapan S.H. Nasr terhadap para muslim scholars di Indonesia agar tetap konsisten mempertahankan pemikiran moderasi Islam.
Baca juga : Mahalnya Sebuah Demokrasi
Ia mengharapkan para muslim scholars Indonesia banyak menulis dan agar karya-karyanya mengglobal diusahakan ditulis ke dalam bahasa asing seperti bahasa Arab, Inggris, atau bahasa Eropa lainnya. Sudah waktunya Indonesia menjadi produsen buku-buku keislaman dan keagamaan yang bermutu.
Ilmuan Indonesia tidak kalah dengab ilmuan lainnya di negeri muslim. Ia menambahkan, tidak mesti buku-buku terbaik tentang Islam ditulis oleh orang-orang Arab muslim atau ilmuan dari Timur Tengah.
Ia melihat pertama kali dalam sejarah karya-karya keislaman justru lahir di luar negara-negara muslim, bahkan dari negara-negara minoritas muslim seperti di AS dan Eropa. Ilmuan Indonesia tidak perlu berkecil hati menawarkan gagasan dan pemikirannya tentang Islam.
Baca juga : Sikap Keagamaan: Antara AS Dan Perancis
Iklim keilmuan di Indonesia menurut S.H. Nasr jauh lebih baik dari pada dunia Arab dan Timur Tengah saat ini yang sibuk dengan konflik dan ketidakstabilan politik dalam negeri. Ia mengharapkan anak-anak Indonesia terbaik bisa melanjutkan studinya di AS. Pemerintah dan swasta bisa menginvestasi kader-kader bangsanya ke depan melalui penyekolahan putra-putri terbaiknya di universitas terkemuka di dunia. Tantangan dunia masa depan semakin menuntut tampilnya tokoh-tokoh muda yang berpendidikan tinggi dan berwawasan luas.
Ia mencontohkan Malaysia dan Turki negara ini mengeluarkan biaya yang besar untuk mengirim putra-putri terbaiknya belajar di Universitas terkemuka. Diharapkan setelah mereka kembali ke negerinya memperkuat universitas-universitas yang sudah ada.
Baca juga : Keren, Bandara Kualanamu Kini Terkoneksi Dengan Heathrow
Pada saat bersamaan ia juga menganjurkan peningkatan mutu universitas-universitas lokal sehingga bisa bersaing dengan alumni-alumni dari universitas dunia. Terakhir, ia mengingatkan dengan fenomena berkembangnya kelompok yang ia sebut anti-intellectual, yakni sebuah aliran yang membatasi kebebasan akademik dan memberikan lebih banyak daerah terlarang dalam inovasi keilmuan. ***
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.