RM.id Rakyat Merdeka -
Oleh: Prof Tjipta Lesmana
Pengamat Politik
Dalam hitungan hari, Presiden Jokowi hampir dipastikan akan mengadakan pergantian beberapa anggota kabinetnya. Pimpinan beberapa partai politik koalisi Jokowi kemarin memenuhi undangan presiden di Istana untuk bertemu dengan presiden.
Baca juga : Dua Pernyataan Luhut Yang Aneh
Reshuffle kabinet memang sepenuhnya wewenang Presiden. Tapi sebelum merombak kabinetnya, Jokowi mau bertemu dan minta pendapat pimpinan partai-partai politik koalisi, kata Hasto Kristiyanto, Sekjen PDIP, sekaligus “tangan kanan” Ibu Megawati Soekarnoputri usai bertemu dengan presiden. Namun, Hasto tidak mau mengungkapkan bagaimana isi pembicaraannya dengan presiden. Pimpinan partai-partai lain juga tutup mulut. Yang ada cuma tebar senyum kepada para wartawan.
Beberapa hari sebelumnya, seorang petinggi PDIP dengan terang-terangan mengemukakan 2 menteri NasDem layak diganti presiden karena kinerjanya yang “kurang”. Kedua menteri itu adalah Menteri Pertanian dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Sebelumnya lagi, menteri ketiga NasDem juga “sasaran tembak” pengamat dan politisi. Siapa lagi kalau bukan Menteri Kominfo yang dimaksud?
Baca juga : Politik Makin Panas, Ekonomi Susah, Alam Tidak Bersahabat
Surya Paloh, Ketua Umum Partai NasDem, tampak ketar-ketir senyumnya tatkala dimintai tanggapannya tentang berita-berita yang tentu benar ini. Toh, Paloh tetap berusaha melempar senyumnya sambil berkata dengan penuh keyakinan: “reshuffle hak prerogatif Presiden”. Apa pun yang dilakukan Jokowi, NasDem tetap mendukung Kokowi, ucap Paloh yang mungkin cuma basa-basi.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.