BREAKING NEWS
 

Tunjukkan Kedigdayaan TNI Di Papua

Rabu, 19 April 2023 07:05 WIB
Prof. Tjipta Lesmana

 Sebelumnya 
Atau apakah ada aspek politik di balik penyanderaan pilot pesawat Susi Air, sehingga TNI terkesan “hands-off” atau tidak sungguh-sungguh membebaskan pesawat komersial itu?

Masalah penyanderaan pilot pesawat Susi Air yang cukup lama, tentu, mencoreng wajah RI di mata internasional. Seolah Indonesia “penakut” tidak berani melawan musuh walaupun berdasarkan situs pemeringkat militer Global Firepower (GFP), Indonesia berada di posisi ke13, tertinggi di bandingkan negara-negara ASEAN lainnya.

Baca juga : Dua Masalah Besar Yang Menghadapi Indonesia

Semenjak Prabowo Subianto menjadi Menteri Pertahanan, begitu banyak alutsista “diborong” oleh Pemerintah Indonesia: puluhan pesawat tempur tercanggih dari AS, dan Perancis, 50 kapal perang sahih dan masih banyak lagi yang akan dibeli atau ditandatangani kontrak jual-belinya.

Dari aspek personalia, tambahan pasukan TNI selama ini sudah ribuan jumlahnya. Kodam pun sudah tambah 2 mengikuti tambahan 2 provinsi di sana. Pangkat Korem di Papua pun sudah dinaikkan setingkat: dari Kolonel menjadi Brigadir Jenderal.

Baca juga : TNI Unjuk Gigi Hantam KKB

Bagaimana kemampuan Indonesia menjadi salah satu pen damai konflik bertahuntahun di Myanmar jika masalah penyanderaan pilot pesawat Susi Air saja tidak mampu kita selesaikan? Bagaimana pula diplomasi kita? Para diplomat di Pejambon terkesan hanya membanggakan diri dengan keberhasilan Indonesia sebagai Tuan Rumah KTT G20 dan sebentar lagi KTT ASEAN.

Selama 2 minggu terakhir, satu per satu prajurit terbaik kita – termasuk dari Kostrad  gugur menjadi makanan empuk pemberontak KKB.

Baca juga : Dilema Prabowo-Ganjar

Di dalam negeri, masalah paling meriah yang sedang “in” selama 78 bulan terakhir hanyalah masalah Pemilu 2024, masalah siapa bakal capres dan cawapres dan sebagainya, itu yang diributkan. Tidak ada satu pun politisi yang melirik dan berempati terhadap tewasnya – secara mengenaskan sekian banyak saudara kita di Papua.

“Pancasila! Pancasila! Merdeka! Merdeka!” teriak Ibu Megawati Soekarnoputri meminta seluruh kadernya yang hadir ikut berteriak dalam pembukaan pidato HUT PDIP 50 tahun yang lalu. Tahukah Ibu Mega arti “merdeka”? Tahukah para kader PDIP dan seluruh parpol Indonesia bahwa wilayah Republik Indonesia diam-diam mulai tergerogoti oleh kelompok pemberontak di Papua dan pemerintah Jokowi serta TNI terkesan tidak berdaya?

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense